Ini Respon Manager Motorsports AHM Soal Tidak Lolosnya Jorge Raphael Gading Saat Astra Honda Racing School

BeritaBalap.com-Pada akhirnya, Manager Motorsports PT. Astra Honda Motor (AHM) Rizky Christanto merespon soal polemik yang terjadi sehubungan tidak lolosnya potensi belia binaan Astra Motor Racing Team Yogyakarta (ART Jogja) Jorge Raphael Gading dalam seleksi Astra Honda Racing School (AHRS).

Jadi penulis memberikan hak jawab atas tulisan sebelumnya yang memang trafficnya lumayan ramai di media sosial. Bagi yang belum baca, ini link beritanya : Kontroversi Jorge Raphael Gading (ART Jogja) Tidak Lolos Astra Honda Racing School, Runner-Up Nasional 3 Tahun Latihan Sport

Pada intinya, pihak Motorsports AHM menyebut bahwa mereka punya kriteria penilaian. Ada parameter atau alat ukur yang menjadi acuan penilaian. Disamping itu, juga tidak mengetahui identitas nama pembalap karena hanya murni mengacu pada nomor yang tertera pada kaos khusus yang dipakai peserta seleksi Astra Honda Racing School (AHRS).

“Jadi tim penilai kita mencermati berbagai hal yang berhubungan dengan teknik balap saat berada di sirkuit besar. Misal soal riding style, braking point, best-time dalam setiap sektor dan sebagainya. Unsur penilaian kita secara komprehensif”.

“Terus terang, kita tidak tahu kalau Jorge Raphael Gading tidak lolos karena kita semata-mata mengacu pada penilaian di lapangan berdasarkan nomor pada baju mereka, “terang Rizky Christanto.

“Catatan penting saya, bahwa pembalap yang berada di luar peserta Astra Honda Racing School, bukan tidak mungkin ikut balap internasional. Kita sudah membuktikannya ikut wildcard Asia Talent Cup. Kita akan amati dan cermati perkembangannya. Terpenting tetap loyal kepada Honda. Menurut saya, jika memang tidak lolos, peluang ikut lagi dalam seleksi tahun depan masih bisa, “tambah Rizky Christanto.

Sebelumnya memang orang tua Jorge Raphael Gading, ialah Wisnu Terang Gading menegaskan kepada penulis bahwa anaknya punya best-time terbaik tetapi sudah tidak lolos saat seleksi pertama. Padahal ada yang kalah best time dan usia lebih tua dari Jorge Raphael Gading bisa lolos.

Logikanya Wisnu Terang Gading, ketika dianggap salah dalam variabel penilaian tersebut diatas tetapi punya best-time terbaik di groupnya dan dapat mempertajam sendiri waktu terbaiknya, ini yang baginya tidak masuk logika.

Terlebih anaknya selama 3 tahun ini fokus latihan sport di sekolah balap Mons54 Private yang memang banyak melahirkan talenta muda, termasuk 2 starter Asia Talent Cup 2021, Veda Ega Pratama dan M Diandra.

Ingat pula, Jorge Raphael Gading adalah runner-up nasional OP4 Kejurnas OnePrix 2021. Ada yang bilang, jika diadakan balap dengan semua peserta yang lolos, maka dia berpotensi besar menang. Loyalitasnya dengan Honda sudah terbukti lama. Bertahun-tahun, bukan baru-baru saja. Termasuk orang tuanya yang berani investasi motor latihan selama ini dengan CBR150 dan CBR250RR.

Oh ya, misi dari tulisan ini adalah jangan sia-siakan pembalap muda potensial dan terbukti sudah berprestasi nasional Kejurnas OnePrix 2021. Jajaran manajemen harus bisa menangkap aspirasi yang ada dan suara di lapisan akar rumputBB1

 

 

Facebook Comments

You May Also Like