Kekosongan Regenerasi Rider AHRT di FIM JuniorGP Karena Aturan Minimal 16 Tahun ?

BeritaBalap.com-Mengacu perubahan regulasi atau aturan FIM JuniorGP soal batas minimal usia untuk ikut balap FIM JuniorGP, pastinya memberikan dampak langsung bagi skuad Astra Honda Racing Team (AHRT) yang selama ini konsen dalam kompetisi yang dulunya punya nama CEV Moto3 tersebut.

BACA (JUGA) : Awas Regulasi Batas Minimal Usia 16 Tahun ! Formasi AHRT Di JuniorGP 2023 Tidak Berubah ?

Bagi yang belum paham, jadi tahun depan (2023) untuk menjadi peserta FIM JuniorGP itu minimal berusia 16 tahun. Wajib hukumnya. Ini dihitung saat setelah ulang tahun ya. Kalau masih kurang tidak bisa balapan. Jadi peraturannya sudah tidak minimal 15 tahun lagi seperti tahun 2022 ini.

Tentu saja, policy FIM ini berkorelasi dengan kenaikan batas pembalap Moto3 yang musim depan mutlak 18 tahun. Alhasil, kemungkinan besar Fadillah Arbi Aditama (Astra Honda Racing Team) akan tetap bertahan di FIM JuniorGP untuk tahun depan (2023). Bisa jadi termasuk pula 2024.

Atau jangan-jangan petarung asal Purworejo ini naik ke level Moto3 (2024). Bisa jadi. Namun problemnya, siapa yang akan mengisi kursi FIM JuniorGP selanjutnya. Disini masalahnya. Apa sebab ? Karena memang talenta-talenta muda yang konsen di balap Asia Talent Cup 2022 (ATC 2022) masih berumur rata-rata 14 tahun.

Veda Ega Pratama yang digadang-gadang menjadi penerus masa depan racer AHRT, saat ini masih 14 tahun. Dia lahir 2008 bulan Agustus. Secara hitungan matematis, diperbolehkan balap FIM JuniorGP tahun 2025. Tahun depan (2023) masih 15 tahun, kemudian 2024 sudah 16 tahun tapi di bulan Agustus. Ini tidak bisa. Dilarang. Makanya bisa start FIM JuniorGP tahun 2025.

Dalam sebuah diskusi, penulis dan Rizky Christanto selaku Manager Motorsports PT. Astra Honda Motor (AHM) memang kita sepakat bahwa paling ideal itu ada generasi pembalap dengan usia yang rapat. Misal antar jenjang atau tahapan berbeda 1-2 tahun.

Sebagai ilustrasi saja, bagaimana ketegasan FIM dan Dorna Sports dalam menetapkan David Munoz yang baru boleh balapan Moto3 saat seri Mugello Italia. Itu saat sudah berumur 16 tahun (ultahnya tanggal 15 Mei).

Bagaimana jika kemudian manajemen AHRT memilih dengan pelaga-pelaga AP250 (ARRC 2022) ? Bisa jadi itu solusi alternatifnya. Jadi policynya mengambil dari balapan mass production, bukan dari balapan konsep prototype yang notabene tahapannya dari ATC, lanjut FIM JuniorGP, Moto3 dan seterusnya. Sedikit mleset ya prinsip penjenjangannya ?

Sekilas informasi saja, Herjun AF dan M Adenanta yang konsen di AP250 sudah berumur 18 tahun saat ini. Musim depan 19 tahun dong. Kalau Reza Dhaniza sudah berusia 24 tahun dan tahun depan 25 tahun. Terlambatkah ? Kita tunggu saja perkembangannya kedepan. BB1 (Ket FOTO : Istimewa)

Aturan Batasan Minimal Usia FIM JuniorGP 2023 :

Facebook Comments

You May Also Like