Latber SSC Racing Start Extra Joss Semarang : Ini Rahasia Korekan Ninja Standar by Dwi Batank

BeritaBalap.com-Salah satu joki papan atas yang hadir dilatihan bersama SSC Racingstart Extrajoss sirkuit PRPP Tawangmas Semarang, Jateng, Sabtu (28 Juli) adalah Dwi Batank. Selain menjadi joki dragbiker senior asal Semarang ini juga membimbing anak asuhnya yakni AP Monye. Memiliki segudang pengalaman, pastilah Dwi Batank dapat meraih podium juara.

Buktinya di kelas Sport 2 Tak Standart 150 cc Open dengan torehan waktu 07.610 detik. Mau tahu rahasia korekannya ? Jadi menurut penuturan Dwi Batank sebagai kiliker, bahwa power yang ada pada motor sudah mengikuti karakter alias gaya balapnya. Oh ya, motor yang dominan dengan warna kuning ini adalah hasil karya Batank sendiri. He he he he… Jadi penulis nggak perlu repot-repot cari informasi soal spek pada motor.

Dwi Batank, joki sekaligus mekanik

‘’Pebalap sekaligus pembuat motor pastinya memiliki keuntungan. Apa yang kurang pada motor kita langsung tahu. Selain itu, tipikal motor yang dibutuhkan di lintasan kita juga faham, “buka Dwi Batank, peraih gelar IMI Award tahun 2016.

Baca (juga) : Latber SSC Racing Start Extra Joss Dragbike 2018 Semarang : Berikut Hasil Juaranya

Lebih lanjut, Dwi Batank juga menambahkan kalau rasio motor tungganganya spesial hingga sangat sesuai dengan karakter power yang saya inginkan. Berikut ramuan khususnya ? Yaitu rasio gigi 1 dengan perbandingan 16/29, lanjut rasio 2 (19/27), untuk persneling 3 nya, depan standar sedangkan belakang 25.

Kemudian rasio 4, 5 dan 6 standar. Untuk rasio 4, 5 dan 6 ini, Dwi Batank punya alasan sendiri. Tidak masalah menggunakan rasio standar sebab gigi yang mentransfer tenaga mesin ke roda dianggap memadai, lantaran aslinya memang rapat.

“Karakter mesinnya memang maunya rasio standar pabrik. Jatuh-jatuhnya RPM mesin saat pindah gigi terasa lebih nendang. Untuk tinggi port-exhaust 30 mm saat diukur dari bibir silinder. Tentunya, untuk menentukan tinggi port-exhaust tergantung pada kebutuhan tunggangannya, ”terang Dwi Batank yang mengaku best-time sebenarnya 7,2 detik dengan bentuk lubang buang yang didesain seperti aslinya Ninja. Lebarnya 41 mm, sedangkan gigi transfer 42 mm. D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like