Mekanik Achos Lalang Buka Resto Coto Makassar & Pallubasa di Jogjakarta


BeritaBalap.com-Tuner Achos Lalang memang selalu konsisten berupaya menampilkan sisi yang berbeda diantara para mekanik. Sisi kemanusiaannya lebih terasa vulgar. Tidak terpaku pada pakem bahwa mekanik harus selalu berurusan dengan mesin motor. Ini yang kerap dibantahnya dalam konteks perilaku.

BACA (JUGA) : Lebih Dekat Achos Lalang, Balap & Urus Burung Itu Sama Pentingnya !

Nah, kali ini mekanik asal Makassar tersebut menterjemahkan hobi memasaknya dengan membuka Resto khusus masakan Makassar, yaitu Coto Makassar dan Pallubassa ala Kaboci Racing. Dimana ya tempatnya ? Itu dikota pelajar Ngayogyakarto Hadiningrat.


Lokasinya di Sleman Yogyakarta, tepatnya Jl. Raya Tajem. Jadi kalau anda dari UPN Yogyakarta (ring road utara), terus saja ke arah timur, itu arah Maguwo sekitar 2 Km. Nanti ketemu pertigaaan Lottemart (sebelum menikung ke kanan), ambil arah Utara, itu namanya Jl. Raya Tajem (Arah Stadion Maguwoharjo, Sleman).

Interior kental nuansa racing dengan memajang motor balap, biar yang makan, RPMnya tambah tinggi, tambah terus jadinya

“Awalnya, saya suka masak di bengkel, terus banyak anak-anak yang usul kenapa nggak bikin warung aja sekalian, “tukas Achos Lalang yang musim ini konsen di balap Asia kelas UB150 (ARRC 2020) dengan bendera tim Proliner 549Kaboci.

“Jadi ini membentuk benteng pertahanan hidup saya (seni bertahan hidup) biar bisa lebih racing lagi…dan mungkin kedepan ini bisa jadi brand kuliner Coto Makassar yang bisa ikut berkontribusi buat tim balap. Bisa jadi sponsor juga, “tambah Achos Lalang.

Semoga dengan semakin mewujudkan harapan di “dunia lain” seperti ini, maka semakin semangat di balapan UB150 ARRC 2020 ya

Yang menarik pula, tempat ini menjadi tempat berkumpul dan membangun kebersamaan orang-orang asal Makassar ataupun Papua ataupun lainnya dari Indonesia Timur. Mereka menganggap sosok tuner Achos Lalang sebagai orang yang dituakan. Maksudnya disegani untuk memberikan nasehat kehidupan.

“Sebenarnya saya melihat pribadi saya yang tidak bisa menjadikan dunia balap ini sebagai pekerjaan profesional dari sisi ekonomi. Jadi separuh jiwa saya memang ingin mendedikasi hidup di dunia balap, sedangkan tuntutan untuk kebutuhan hidup untuk keluarga harus saya pikirkan juga. Mungkin ini yag saya maksud dari kata-kata benteng pertahanan tadi untuk keluarga, “tambah Achos Lalang. Oke siap, mantap ! BB1

 

 

Facebook Comments

You May Also Like