Nilai Kontrak Lorenzo Memberatkan Suzuki, Iannone Dipertahankan ?

BeritaBalap.com-Terbukti beberapa kali bos Ducati Corse, Gigi Dall”Igna mengkirik keras perfoma Jorge Lorenzo. Maklum saja, pemilik kontrak termahal di balap MotoGP ini hanya berada di posisi ke-16 saja dalam klasemen sementara MotoGP 2018 yang telah berlangsung 3 seri.

Berbanding terbalik dengan rekan setimnya, Andrea Dovizioso yang ada di posisi pertama. Spekulasi bahwa Ducati akan menentukan pilihannya dari kemungkinan duet Pramac Ducati, Jack Miller dan Danilo Petrucci menguat.

Makin terbukti soal rencana kepergian Lorenzo, ketika Manajer Iannone, Carlo Pernat angkat bicara bahwa, “Lorenzo telah menawarkan beberapa kali ke manajemennya Suzuki.” Sekias informasi saja, Lorenzo dikontrak Ducati senilai 12,5 juta/tahun alias seputar Rp. 200 milyar per-tahun.

koizumi

Nilai yang sangat fantastis namun tidak sesuai dengan prestasinya. Tahun lalu, juara dunia MotoGP sebanyak 3 kali tersebut (2010, 2012 dan 2015) ada di posisi ke-7. Padahal Dovizioso yang cukup dengan  Rp. 40 milyar/tahun menjadi runner-up MotoGP 2017.

Rencana awal memang Lorenzo diplot menggantikan Andrea Iannone. Namun memang Iannone membuktikan diri dengan meraih podium ke-3 di MotoGP Austin, USA. Termasuk juga kabar bahwa Davide Brivio, manajer tim Suzuki juga lebih memilih Iannone saja.

Oh ya, kalau nama Alex Rins memang siap dipertahankan Suzuki karena memang pemain anyaran di MotoGP. Baru masuk tahun ke-2 dan membuktikan pula kualitasnya dengan pencapaian podium di Argentina.

Lebih lanjut diberitakan, bahwa Suzuki ternyata tidak memasukkan nama Lorenzo dalam radar utama karena faktor budget dana yang dikeluarkan akan relatif gede. Walaupun nantinya kontrak Lorenzo akan turun namun tetap saja bernilai tinggi.

“Sebenarnya orang Jepang tidak lagi tertarik dan Lorenzo tidak masuk dalam daftar, tetapi dia masih akan menjadi kemungkinan. Namun, Jorge harus berhati-hati. Dengan jumlah yang dia sebut dan peringkatnya, maka mencari pekerjaan akan menjadi sulit. Bisa saja ia bahkan menjalankan resiko harus beristirahat di 2019, “tambah Carlo Pernat. BB1

Facebook Comments

You May Also Like