BeritaBalap.com-Hanya berbeda 0,034 detik. Itu gap antara Francesco Bagnaia ‘Pecco’ (Ducati Lenovo) dan Ai Ogura (Trackhouse Aprilia) yang finish ke-3 dan ke-4. Mereka bertarung ketat di lap akhir dan tikungan terakhir. Ai Ogura memaksa masuk di tikungan terakhir tetapi sedikit melebar dan Pecco masuk berani dari sisi dalam.
Menurut Pecco, ia sudah mempersiapkan strategi ini. dan terbukti berhasil merebut podium ke-3. Menurutnya bisa sangat tidak baik bagi dirinya jika tidak podium di balapan yang penuh emosional di depan para penggemarnya ataupun fans Ducati.
“Saat saya memulai lap terakhir dengan keunggulan 1,4 detik atas Ogura, saya tahu dia akan menyusul karena biasanya dia luar biasa di lap-lap terakhir. Saya mulai mendengar suara motornya di tikungan 12 dan saya berkata, ‘Oke, saya perlu mengerem lebih keras daripada yang bisa saya lakukan di tikungan terakhir agar tidak memberinya ruang. Dan jika dia mencoba menyalip saya, maka dia akan melebar, “terang Pecco yang dilansir Berita Balap dari Motorsport.com.
“Jadi strateginya sudah tepat, tetapi berada di ambang batas karena kehilangan podium di tikungan terakhir setelah balapan seperti ini bisa menjadi bencana secara emosional, ”tambah Pecco yang musim depan akan pindah ke tim pabrikan Aprilia.
“Hari ini, motor saya seperti roket, jadi sulit untuk disalip lagi. Memang benar di tikungan terakhir, saya sempat mengalami selip cukup banyak, jadi saya hanya berharap bisa keluar tikungan sebaik mungkin. Saya hanya memiringkan motor saat melewati gundukan agar tidak mengangkat roda depan, dan itu sudah cukup untuk finish di podium. Tapi terima kasih juga kepada mesin saya, karena mesinnya benar-benar jos, ”timpal Pecco. BB1














