BeritaBalap.com- Francesco ‘Pecco’ Bagnaia mengungkap cerita dalam sela-sela prluncuran tim Ducati tentang bagaimana ia melewati musim 2025, tahun yang ia sebut sebagai periode paling berat sepanjang kariernya di MotoGP.
Di balik segala tekanan, Pecco membeberkan bahwa sosok yang paling membantunya bangkit adalah mentornya sendiri, Valentino Rossi. Tangan kanan Rossi sekaligus manajer tim VR46, Uccio Salucci, sebelumnya mengungkap bahwa Pecco banyak berbicara dengan jajaran inner circle sang legenda selama libur musim dingin.

Ada alasan kuat di balik itu, Pecco membutuhkan stabilitas mental, perspektif baru dan dorongan pengalaman dari orang-orang yang pernah melewati situasi sulit serupa. Saat ditanya tentang apa sebenarnya nasihat yang diberikan oleh Rossi, Pecco menyebut bahwa The Doctor dan pelatihnya, Carlo Casabianca, menjadi dua figur terpenting yang kini ia jadikan panutan.
BACA JUGA : Marquez Terjatuh di Sirkuit Aspar Saat Latihan Untuk Menghadapi MotoGP 2026
“Dua panutan saya saat ini biasanya adalah ‘Vale’ dan Carlo (Casabianca), yang merupakan pelatih saya. Saya percaya bahwa mereka telah mengalami berbagai macam situasi di masa lalu,” buka pembalap asal Turin, Italia yang berusia 29 tahun ini.
Sebagai pembalap, tekanan untuk menang, menjaga performa dan memenuhi ekspektasi bisa menjadi beban yang mengikis mental. Rossi yang sudah merasakan pasang surut karier selama dua dekade ini meminta Pecco untuk tidak terjebak dalam kecemasan masa depan.
“Vale mengalami masa-masa yang sangat sulit, dan Carlo selalu mendampinginya, begitu pula Uccio, dan mereka mengatakan kepadaku bahwa kita harus bahagia dan menikmati setiap momen karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” pungkas Pecco. Edhot
















