BeritaBalap.com-Edisi para mekanik atau pembalap lawas sedap sekali diangkat. Maklum saja, langka atau jarang terjadi yang mau mengekspos untuk melakukan wawancara terbaru. Jadi bukan data lama ya. Tapi interview teranyar sehubungan perkembangan, aktifitas yang dijalani saat ini. Maka dari itu, saya mulai dengan kalimat awal judul : ‘piye kabare‘.
Nah, kali ini Berita Balap dan Video Balap membahas mekanik senior Yogyakarta yang sangat populer di era 1990-an hingga tahun 2000-an. Adalah Bangkit Kristanto yang akrab disebut Tholey CCP Vodka Orange. Oh ya, Vodka Orange itu minuman berenergi yang menyehatkan di tahun 1990-an. He he he he..
Ketika bicara mesin bakar 2 langkah, baik bebek 2 tak std ataupun underbone, maka Tholey CCP jagonya ketika itu, termasuk dalam konteks pacuan motocross. Banyak sekali prestasinya. Beberapa pembalap yang pernah bersamanya diantaranya Bima Oktavianus, Hendriansyah, (alm) Irwan Ardiansyah, Asep Eko, Deddy Fermadi, Arief Lutfianto dan lain-lain banyak banget.
Saya pribadi kenal di awal tahun 2000-an tetapi pernah suatu waktu saat kuliah di Yogyakarta tahun 1993-1994 diajak teman kuliah (sudah meninggal dunia) bermain di bengkelnya di sebuah garasi di Komplek Deresan (Jl. Gejayan Yogyakarta).
Usia Tholey CCP saat ini jelang 57 tahun. Ketika berita ini ditulis, tinggal sekira 2 minggu lagi ulang tahun, tepatnya tanggal 6 April 1969. Saya pribadi masih suka bertemu karena beliau mengawal putera tercinta yang juga menekuni balap, ialah Juan CCP dan kerap juga komunikasi lewat WhatsApp (WA). Oh ya, Tholey CCP juga menjalani bisnis bus pariwisata.
“Tahun 1990-an, saya belajar mesin saat itu era Yamaha Force 1. Diawali dari grasstrack. Pembalapnya Bima Oktavianus dan Pambudi “Gatel”. Saya diberikan tongkat estafet dari Om Gandos Tepepa. Beliau yang membimbing, saat itu dikasih buku Graham Bell “Two Stroke Performance”, “ujar Tholey CCP.
“Saya juga pernah diajak Hendriansyah ke Malaysia untuk belajar ke Si Fu dan YY Pang soal karbu, kompresi, sudut knalpot biar ada turbulensi, pilihan busi tipe panas dan dingin, rasio, kelenturan daun membran hingga kemudian dapat mengembangkan sendiri, “tambah Tholey CCP.
“Pernah juga diajak almarhum Irwan Ardiansyah ke Jepang untuk belajar setting karbu dengan cuaca yang 3 musim. Saya berterimakasih dengan beliau yang mensupport bidang yang tak pelajari. Juga dikasih buku Graham Bell yang 4 Stroke hingga awalnya pegang Shogun Kebo. Terus saya gelutin karena memang penasaran. Dulu part racing masih terbatas sekali. Efek bimbingan semesta, saya dipercaya tim dan sponsor pegang tim Sukun, Maju Lancar, HRVRT, Akas Probolinggo dan masih banyak lagi. Semua ini berkat campur-tangan Tuhan, “tambah Tholey CCP. BB1














