BeritaBalap.com-Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) mengatakan bahwa situasi yang dihadapinya di Yamaha berbeda dengan apa yang dialami Francesco Bagnaia ‘Pecco’ (Ducati Lenovo) saat ini.
Itu fakta yang berbeda, bahwa rekan setim Pecco, ialah Marc Marquez berhasil meraih yang terbaik di Misano dan saat ini pimpin klasemen sementara. Saat ini Pecco hanya berada di posisi ke-9 saja dalam klasemen sementara. Pundi poin jauh tertinggal dari Marquez. Ingat Pecco adalah juara dunia bersama Ducati musim 2022-2023. Punya jasa besar. Pada sisi lain, ia memang sudah dipastikan pindah tim Aprilia tahun depan (2027).
Sehubungan Quartararo memang dalam kondisi yang sama dengan petarung Yamaha M1 lainnya. Bukan sebagai pemenang. So, tidak ada yang perlu dipertanyakan secara kritis karena perfoma M1 memang demikian. Belum kompetitif. Sekali lagi ditegaskan beda dengan kondisi Ducati ya.
Nah, menurut Quartararo jika ia berada dalam kondisi yang sama, seperti yang dialami Pecco, maka dia mengaku akan marah. Kenapa bisa demikian ? Kenapa perfoma motornya berbeda ? Itu yang harus dijawab dan dipahami.
“Karena Marc yang menang. Jika Alex (Rins), Jack atau Toprak (Razgatlioglu) yang menang, maka saya sendiri akan berada dalam situasi yang buruk. Tapi itu tergantung pada banyak hal. Pada akhirnya, saya tidak tahu hubungan antara Pecco dan Ducati, bagaimana hubungan mereka, “tutur Quartararo yang dilansir Berita Balap dari Motorsport.com.
BACA (JUGA) : Pecco Protes Keras Ducati Yang Tidak Bisa Jelaskan Perbedaan GP26nya Dengan Yang Lain
“Namun menurut pendapat pribadi saya, jika saya berada disana dan rekan setim saya menang, maka saya akan sangat marah dan berusaha memahami mengapa saya tidak mampu melakukannya, “tambah Quartararo. BB1


















