Rahasia RX King Pemula Jawara Event Gass Tipis Sentul (27/10)

BeritaBalap.com- Jadi pemenang dalam sebuah kejuaraan balap motor bergengsi, sudah pasti jadi sorotan. Itu manusiawi.  Macam M. Ilham, potensi muda asal Palu, Sulteng yang meraih podium pertama di kelas Sport 2 Tak 140 cc Tune Up Pemula. Itu dalam kejuaraan Gass Tipis Championship 2019 di Sirkuit Karting Sentul Bogor, Jabar, identik disebut Sentul Kecil, Minggu kemarin (27 Oktober).

M Ilham bisa ngacir 0,334 detik di depan Rio Ardian asal Banten, peraih podium kedua. Oh ya, Ilham turun bersama dengan tim Nadera Jaya Sukabumi ABRT20.

Lebih lanjut dipahami, RX-King lansiran tahun 1997 ini merupakan racikan dari mekanik AB Bendol Salatiga. Nah, yang jadi pertanyaan adalah apa sih bedanya dengan tunggangan Wawan Wello yang juga berhasil meraih podium pertama kelas Sport 140 cc ? Kan mereka beda tim.

’’Pada dasarnya sama. Hanya saja motornya Ilham dibikin sesuai dengan kelas yang dia ikuti yakni kelas pemula. Pengapian dan perbandingan rasio, untuk ilham dibikin berbeda,’’terang Bendol yang pada awalnya populer di balap dragbike.

Lebih jelasnya begini, RX King yang digeber sama Wawan Wello mengandalkan pengapian Special Engine milik Yamaha YZ125. Sedangkan punya Ilham untuk magnet serta pengapian standarnya RX King.

Yang pasti, percikan api dalam proses kompresi membuat motor dengan dominan warna ungu ini semakin beringas di lintasan. Kemudian, bedanya perbandingan rasio ke-2 pebalap tadi terletak pada perbandingan rasio ke-3 dan ke-4.

Untuk perbandingan rasio 1 dan 2 sama yaitu 1 (13-32) dan 2 (17/29). Kalau motornya Wello rasio 3 dan 4 masih standart, sedangkan motornya Ilham memiliki perbandingan percepatan 3 (25/Std) dan 4 (22/24). Sampai disini fahamkan ya !  Lanjut buat final gearnya menyesuaikan dengan karakter sirkuit. Untuk itu, angka 13 untuk depan, 40 belakang adalah pilihan yang efektif buat menaklukkan trek Sentul Kecil.

Seperti dibilang tadi, bahwa pacuan ini diperuntukkan buat kelas 140 cc, maka penggunaan piston dengan diameter 59,25 mm tidak ubahnya dengan sebuah kewajiban. Jika dihitung menggunakan rumus Cylinder Volume, kapasitas silindernya menjadi 138 cc.

Setelah itu, lubang exhaust dikorek dengan lebar 40 mm dan tingginya 26 mm. Itu diukur dari bibir silinder. Intinya makin optimal di RPM atas. Utamanya RPM diatas 10 ribu.

Volume headnya, terukur 10,6 cc. Lebar squishnya 9 mm dengan sudut squishnya 10 derajat. “Karburatornya masih menggunakan standar RX-King ukuran 26, tapi sudah direamer jadi 30 mm. Ini optimal memasok bahan bakar dan udara. Ukuran pilot jetnya 40 dan main jet 260,’’imbuh Bendol.

Yang pasti, settingan ini dibuat rada basah untuk mengimbangi gaya balap Ilham yang cekatan melibas tikungan. Tujuannya agar ruang bakar tetap aman terkendali. Jauh dari gejala drop karena overheat. D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like