Sejarah Pertama Tidak Punya Tim Satelit, Bos Tim Yamaha Ungkap Kerugiannya

BeritaBalap.com-Tahun depan (2023), Yamaha tidak akan punya tim satelit. Ini setelah RNF memilih pindah ke lain hati. Kontrak dengan Aprilia untuk 2 tahun kedepan (2023-2024).

BACA (JUGA) : Nakagami Tuntut Kejelasan Masa Depannya, Tetap Bertahan Atau Dilepas ?

Ternyata, ini sejarah pertama Yamaha tidak memiliki tim satelit. Maksudnya, sejarah sejak era MotoGP mesin 4 tak (2002). Sebelumnya selalu ada, bahkan saat masa GP500 justru punya beberapa tim satelit.

koizumi

Lebih lanjut, bos tim Yamaha Lin Jarvis mengungkapkan kerugian yang dialami ketika tidak memiliki tim satelit. Ini lebih pada soal data, pengembangan mesin dan membangun kompetisi yang lebih ketat dan peluang yang lebih terbuka.

BACA (JUGA) : Jorge Martin Tegaskan Wajib Masuk Tim Pabrikan Ducati (2023), Jika Tidak Siap Cabut !

“Tidak memiliki tim satelit tentu tidak diinginkan bagi kami. Kami selalu memiliki tim pelanggan sejak awal era 4 tak MotoGP pada 2002. Padahal, sebelumnya di Kejuaraan Dunia 500 cc kami memiliki beberapa tim. Tapi setelah periode 500 cc, diputuskan di Yamaha bahwa jumlah motor yang optimal di grid adalah empat”.

“Kami selalu berpegang teguh pada itu, dengan pengecualian 2 tahun Open Class pada tahun 2014 dan 2015 dengan tim Forward. Awalnya hanya pengiriman mesin, kemudian mereka juga menerima beberapa sasis, “ucap Lin Jarvis selaku Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing.

BACA (JUGA) : Miguel Oliveira Siap Umumkan Masa Depannya Pada Kamis Sore, Apa Saja Opsi Timnya ?

“Jadi jumlah yang ideal adalah empat motor MotoGP. Jadi fakta bahwa kami hanya akan memiliki 2 sepeda motor akan menjadi situasi baru yang berbeda bagi kami. Akankah kita menderita kerugian jangka pendek sebagai hasilnya ? Tidak, tidak dalam waktu dekat”.

“Tetapi ada beberapa alasan yang mewakili tim pelanggan. Pertama, dalam mendukung kejuaraan. Kedua, kami memiliki 2 tempat dimana kami membawa pembalap muda ke kejuaraan dunia, pemula yang bisa kami bangun. Dan ketiga, kami memiliki lebih banyak mesin di lingkungan yang kompetitif. Ini memberi lebih banyak data, lebih banyak informasi, dan lebih banyak masukan dari pembalap. Kami bisa mengembangkan motornya, “tambah Lin Jarvis yang dilansir dari SpeedWeek. BB1

Klasemen Sementara MotoGP :

 

Facebook Comments

You May Also Like