Beritabalap- Seperti diketahui tiga kompetisi balap lurus yang notabene jadi barometer dragbike Nasional (IDC , IDW , Black Dragbike) , telah menyelesaikan seluruh putaranya, untuk musim balap 2024.
Banyak moment tercipta sepanjang 2024 ini, seperti rekor baru, drama regulasi, jawara baru, dan sebagainya.


Patut dicermati, pada Episode Final IDW Gold Series , tercipta moment pecah rekor Nasional, spesifiknya pada segmen mesin tidur 200Cc. Mereka adalah tim No Limit Racing yang notabene dapat spesial back up dari bengkel Top, MBKW2 Jogjakarta. Untuk data time nya, ET 07.061 detik , kalo sama RT bulet 07.098 detik, lewat ‘The Prambanan Boy’.
Oke, data diatas buat acuan kalian nih jhon, jadi biar ngga salah sangka dan salah data hehehe.
Jadi kalau kita petakan antara, Injeksi dan Karbu akan ada dua sampel yang masuk . Dimana untuk sleepengine 200Cc basic karbu tercepat, paten menjadi hak milik bengkel asal Jawa Timur, Tenk Jaya Speed Kediri . Data waktunya adalah ET 07.111 detik , plus RT dapet 07.159 detik, aktornya ‘Si Anak Ajaib’.
Baca (Juga):Kalahkan Injeksi, Ini Fakta Dibalik 7.1 Detik Sleep Engine Lancar Jaya X TJS Kediri, Part VRG Jadi Kunci !

Kita perdalam, jadi ada dua motor hoki keluaran TJS Kediri, itulah milik tim Lancar Jaya serta tim Baja Beton . Nah, untuk proyeksi termaksud adalah milik bos Fatchul yg notabene owner Baja Beton Racing, tim balap yang aktif pada dua segmentasi dragbike serta motocross. Jos!
Sebuah motor balap mustahil bisa matang tanpa juru setting yang ciamik. Disini, Deska Munthel jadi ‘sekertaris’ pribadi bagi Faried TJS .
Lantas, gimana sih komposisi alias jeroan mesin 5TP 200Cc, yang terdata angkat kepala melawan proyeksi injeksi ?. Perihal ini, ‘Sang Mpu’ langsung yang speak up , jadi datanya dijamin oke punya jhon…
Untuk kop head mereka kasih percaya kepada bengkel bubut asal Jogja yaitu Jogja Metalindo “Aku sama Jogja Metalindo belum lama mas, opsi ini aku ambil setelah sharing – sharing bersama temen-temen, dan ternyata hasile bagus , rapi, dan aku cocok.” Buka mekanik berumur 30 tahunan itu

Baca (Juga): Deska Come Back! Dua Sleepengine Keramat Buatan TJS Kediri, Tampil Dominan di Babak Penyisihan Final IDW 2024
Piston berukuran 60 mm risetan Koh Apeng (Moto-1) dikawinkan dengan blok silinder ceramics karya TJS Kediri . “Piston aku pakein merk moto-1 mas, ini udah riset lawas dan sepertinya temen – temen yang lain jug pada pake. Mungkin spesialnya di liner ya , jadi kita ada produk berupa liner berbahan ceramic yang juga saya aplikasikan di motor Baja Beton.” Imbuh mekanik tamatan SMA Sederajat itu, sambil bergumam bahwa produknya pun dipakai mekanik – mekanik dengan spesialisasi sama

Lebih dalam, klep berbahan titanium dengan angka banding IN 34 mm EX 28,5 mm dinilai pas untuk ‘ngimbangi’ noken as rahasisa dapur hasil riset menahun . Faried juga menuturkan kalau dirinya dapat support brand QTT Racing , yang disini Kruk AS dengan langkah 58,4mm jadi opsi ideal buat ladenin stang seher standar
Soal pipa buang, sleepengine Baja Beton kasih pake knalpot merk BR Muffler (Purbalingga). “Knalpot aku dapat support BR.” timpalnya sambil menyebut diameter leher luar 33mm, serta out knalpot 55mm (Silincer), dengan tipe sarangan model lurus.
Masuk ke segmen kelistrikan. CDI Merk Astec yang di mapping ulang sendiri jadi otak utama dibalik ET 07.111 second, pun begitu untuk masalah perkabelan . “CDI set Wiring yo aku disupport sama Astech mas.” Asyik Faried
Baca (Juga):Spek Mesin Tidur Bebek 200 cc Injeksi by MBKW2 Catat Rekor Baru 7,098 Detik di Final IDW 2024 Jogja

Masuk pada sistem pengkabutan. Karburator tipe PWK Keihin dengan data awal 35mm dipermak jadi 2 mm lebih gede. Betul, PWK 37mm nge-set betul dengan main jet 130mm berikut pilot jet 48mm
Urusan kopling doi comot kampas kopling milik Kawasaki KX sebanyak 5 lembar . Berapa sih data dyno nya ? “Terakhir naik, Horse Powernya dapet 38,3 kalau torsinya diangka 24,4 Nm.”
Final gear merk SSS dengan perbandingan 32/14 diklaim pas buat length track 201 m. “Gear set aku dari dulu pake SSS mas , ibarat sudah klop hehe semoga tahun depan bisa dapat support, amin.” Tutup Faried sambil tersenyum saat penulis menanya rasio
Akankah musim balap 2024 , jadi titik balik bagi Faried bersama TJS Kediri untuk naik spek ?, dalam hal ini adalah upgrade teknologi dari karbu ke Injeksi ?. “Niat ada mas, kita juga sudah progress dan mungkin musim balap 2025 , sleepengine injeksi yang sekaligus jadi garapan pertama buatku ini, bisa tampil dan semoga pula bisa langsung bersaing, moso iyo karbu 7,1 neng event, giliran nyubo injeksi malah mlorot time’e kan yo lucu hehe.” Tutup Faried yang dalam proses pembuatan sleepengine 200Cc injeksi, alami perjalan spiritual ke markas MBKW2 Jogja

Spesifikasi :
Head : Jogja Metalindo
Piston : 66mm Moto-1
Klep : IN 34mm / EX 28,5mm (Titanium)
Kruk as QTT : Langkah 58,4
Liner : Ceramics buatan TJS Kediri
Knalpot : BR Muffler (Purbalingga) leher luar 33mm , out knalpot 55mm (Silincer), sarangan lurus
Pengapian : CDI Astech, Mapingan sendiri
Wiring/ Kabel : Astec
Karbu : PWK Keihin Basic 35mm, di Reamer 37mm
PJ/MJ : 130/48
Final gear : 32/14 (SSS)
Kampas kopling : Kawasaki KX85 (5 Biji)
Bahan bakar :VPQ16
Rasio : Custom Istimewa
Durasi Noken : Istimewa
Dyno : Hp 38,3 torsi 24,4 Nm
Kompresi: –