Bongkar Rahasia KLX by Fajar Berang-Berang, Jawara FFA di Indiel Grasstrack Salatiga

BeritaBalap.com-Fajar Ari Bowo kental dipanggil Fajar Berang-Berang yang notabene mantan pebalap grestrek yang pernah malang-melintas di pentasn nasional terbukti nyata dan aktual ikut mensukseskan langkah petarung muda F. Erlang dalam merebut juara 1 di kelas FFA s/d 14 tahun.

Pelaga muda bernomor start #93 asal Kendal, Jawa Tengah yang memang sejak awal digembleng oleh Fajar Berang-Berang dapat menjadi yang terbaik dalam gelaran putaran ke-3 Indiel Grasstrack Championship Series 2019 di Salatiga, Jawa Tengah, Minggu kemarin (21 Juli). Wow, selamat ya… !

Yap, F. Erlang yang membesut kudabesi berbasic Kawasaki KLX 150 lansiran tahun 2015 ramuan Fajar Berang-berang mampu membuktikan ketangguhan pacuannya. Maka dari itu, portal BeritaBalap.com yang paling lengkap bicara berita balap berupaya mengorek rahasia dapur pacunya. Ini yang menarik diinvestigasi. Jadi tidak hanya sekedar berita yang hanya mengacu hasil juara atau hasil balapan saja. Harus ada sisi lainnya.

koizumi

BACA (JUGA) : Hasil Juara Lengkap Grasstrack Indiel Series 2019 Salatiga

Mulai dengan perangkat utama ketika berbicara motor bakar 4 langkah, yaitu camshaft. Durasinya bermain di angka 272 derajat. Yang pasti, buka-tutupnya klep lebih cepat. Ini mengacu pada trek grestrek yang lebih mengutamakan RPM bawah dan tengah. Tapi jangan salah persepsi, RPM atas tetap dijaga. Silahkan dicoba. Dijamin motor anda dilibas !

Fajar Berang-Berang, mantan grestreker tangguh yang juga spesial dalam korekan mesin

“Kalau klepnya kombinasi 34 dan 24 mm. Kompresinya 12,5 : 1. Itu sudah aman berdasarkan riset kita selama ini, “tukas Fajar Berang-Berang yang mengaplikasi karburator Keihin PWK Sudco diameter 28 mm dengan dukungan spuyer 125 dan 55 untuk main jet dan pilot jet.

Oh ya, pistonnya sudah diganti dengan diameter 70 mm dengan stroke standar (54,4 mm). Alhasil, ada langkah bore-up atau pembesaran kapasitas mesin. Ketika dihitung dengan rumusan Cylinder Volume (CV) didapat angka kubikasi sekitar 200 cc.

“Kalau ECU pengapiannya pakai CDI BRT 24 dengan koil standar KLX, ”tambah mekanik yang bermarkas di Jl. Boja-Limbangan KM.1,5 Salamsari, Boja, Kendal, Jawa Tengah. Terakhir final gear efektif pada perbandingan 12-55 sesuai karakter lintasan Alam Indah, Regunung, Klero, Salatiga, Jawa Tengah. Oke, ditunggu ya prestasi selanjutnya. You      

Facebook Comments

You May Also Like