Bongkar Rahasia Mesin F1ZR Botuna Racing, Podium Road Race Kajen Pekalongan (16 Sept)

Beritabalap.com-Perfoma “bebek goreng” alias bebek 2 tak Yamaha F1ZR yang dominan warna biru ini ganasnya melebihi angin yang bertiup di sirkuit alun-alun Kajen, Pekalongan, Jateng. Hemmm… puitis ya. Tapi ini fakta spesial bro dan sista ! Dipacu oleh Sakti Andre,  pemuda kelahiran kota Blitar Jawa Timur yang doyan memainkan RPM bawah hingga tengah.

Hasil akhir mendapatkan podium di road Race Kajen, Pekalongan, Minggu kemarin (16 Sept). Menurut penuturan Nanang Setia selaku mekanik yang juga aktif mengikuti kejuaraan balap motor seputaran Jawa Timur, yang namanya road race tidak jauh berbeda dengan dragbike. Yang dicari pastilah kecepatan.

Yang jadi pembeda adalah di road race mencari kecepatan sekaligus ketahanan yang panjang atau lebih dikenal dengan endurance.  “Perbedaan mendasar itu bisa dilihat di kompresi motor. Semakin tinggi kompresi asal aman terkendali, maka akan semakin baik. Ini berbanding terbalik dengan road race, “jelas Nanang yang mematok perbandingan kompresi 6,8 : 1 dengan bahan bakar Pertamax Turbo.

Baca (juga) : Gadhuro Road Race 2018 Pekalongan : 251 Starter, Ini Hasil Lengkap Juaranya

Sesuai dengan regulasi penyuplai bahan bakar, dipakai karbu standar F1ZR. Aturan tersebut wajib hukumnya. Namun boleh diupgrade. Seperti opsi yang dilakukan Nanang dengan reamer venturi menjadi 22. Hal ini bertujuan biar pasokan gas aktif makin padat merayap. Kombinasi angka pilot dan main jet dinaikan dari ukuran standarnya 17,5 menjadi 20, sedangkan untuk main-jet, naik 2 step dari ukuran standar 130 menjadi 150.

Bagaimana dengan rumusan rasio ? “Untuk rasio 1 dengan perbandingan (14/35), lanjut rasio (17/28), kemudian ke-3nya (39/25), sedangkan rasio 4 (22/23). Semua  berujung pada final gear 13-43, ’’terang Nanang yang menyebut tinggi port-exhaust pada 26 mm. Itu diukur dari bibir silinder.

Nah, ada lagi yang menarik sehubungan penentuan dan perubahan final gear Yamaha FIZR di bawah bendera tim Botuna Racing Pekalongan yang harus puas podium kedua. Sewaktu babak pre final, ini motor berhasil menyentuh garis finish duluan.

Atas dasar masukan dari pebalap, final gear menggunakan ukuran depan 13, belakangnya 41. Tapi sangat disayangkan ketika babak final final gear diganti lagi menjadi depan 13, sedang belakang tetap diangka 43. Jadi lebih gede untuk mendapat tarikan yang lebih responsif namun putaran atas dikorbankan.

“Menyesal juga sich mengganti final gear, tapi saya tetap bersyukur motor racikan saya bisa podium. Paling tidak bisa membuat owner Botuna Racing Pekalongan tersenyum, ’’tutup mekanik yang memang asyik diajak komunikasi ini. Tenang bro, masih banyak kesempatan lain di depan. Tetap gas poll dan konsisten raih prestasi. D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like