Kawahara IRC IDC 2019 Yogyakarta : Ini Analisa Reaction-Time Dari 3 Jagoan Pemula

BeritaBalap.com-Ada yang patut diulas dari hadirnya sensor Reaction Time (RT) dari DN Timing sejak seri awal gelaran Kawahara IRC IDC 2019 Yogyakarta, Minggu kemarin (10 Maret). Salah satunya, kita bisa menganalisa skill pembalap saat jelang start dalam membaca lampu start dan reaksinya siapa yang terbaik.

Nah kali ini portal BeritaBalap.com yang paling lengkap bicara Berita Balap akan sedikit mengulasnya. Alhasil, bukan hanya berita yang mengacu hasil lomba, tapi ada sisi lain yang dibahas. Dalam hal ini, khusus untuk 3 pembalap pemula yang menduduki posisi 3 teratas di Standing Point Pemula Kawahara IRC IDC 2019 seri satu kemarin.

BACA (JUGA) : Kawahara IRC IDC 2019 Yogyakarta : Rekor Nasional Pecah 6,627 Detik, Ini Hasil Lengkap Juaranya

Di posisi 3 teratas, ada peringkat pertama Arif Ucil yang mendulang point dari posisi 6 di kelas Matic 200 cc TU Pemula, podium 1 kelas Sport 2T 155 cc Pemula dan podium 5 kelas Bebek 4T 130 cc Pemula.

Kemudian peringkat kedua standing point pemula ialah Dwi AW, hasil dari point di podium 3 kelas Matic 200 cc TU Pemula & podium 1 kelas Bebek 4T 130 cc Pemula. Dan yang terakhir ada Vano Mahendra yang berada di peringkat 3 standing point pemula, itu hasil dari podium 2 kelas Matic 200 cc TU Pemula, podium 5 kelas Sport 2T 155 cc Pemula, dan posisi 11 di kelas Bebek 4T 130cc Pemula.

Dari catatan waktu yang terekam oleh DN Timing untuk Teaction Time (RT) di 3 kelas pemula secara berurutan dimulai dari kelas 9 (Bebek 4T 130 cc Pemula), kemudian kelas 10 (Sport 2T 155 cc Pemula) dan kelas 11 (Matic 200 cc TU Pemula), maka Arif Ucil menorehkan RT 0,071 detik di kelas 9, RT 0,028 detik di kelas 10, dan RT 0,030 detik di kelas 11.

Untuk Dwi AW catatan waktu di kelas 9, RT nya muncul 0,054 detik, RT 0,028 di kelas 10, dan 0,062 detik untuk RT di kelas 11. Vano Mahendra catatkan RT 0,105 detik di kelas 9, RT 0,168 detik di kelas 10, dan RT 0,039 detik di kelas 11. Dari ketiga RT di ketiga kelas pemula tadi bisa dirata-rata untuk reaction time Arif Ucil adalah 0,043 detik, selisih tipis dengan Dwi AW dengan rata-rata RT 0,048 detik, dan untuk Vano Mahendra sepertinya memang masih harus banyak belajar start karena torehan RT doi selisih banyak di angka 0,104 detik.

So, untuk sementara penguasa singgasana standing point kelas pemula adalah memang yang terbaik dalam urusan skill membaca lampu start berikut juga reaksinya yang paling cepat responsif tanpa terperangkap jump start.

“Data ini bisa menjadi acuan baik team atau pembalap dimana kekurangannya, apakah dari skill pembalapnya yang masih perlu dilatih dalam membaca lampu start dan bereaksi untuk start ? Atau soal setting motor yang belum bisa kencang ? karena dari DN Timing juga bisa dilihat juga data Elapse Time atau ET-nya, untuk sementara kita ada ET di jarak 20 meter dan 201 meter di garis finish,” jelas Barnabas Sudiyono, owner DN Timing.

“Nah untuk jeda lampu start kuning hingga hijau yang berjalan itu standarnya adalah 0,5 detik tiap pergantian nyala lampunya, angka 0,5 detik ini sudah distandarisasi oleh IMI Pusat, jadi kedepan nanti semua timing balap drag, baik dragbike maupun dragrace mengacu pada ketentuan ini,” jelas pria yang akrab disapa Diyono ini.

Lebih lanjut, ada masukan agar data top speed juga tertera. Ini buat acuan mekanik dalam meningkatkan atau membandingkan kecepatan puncak dalam setiap sesi balapan.

“Sebenarnya untuk tim atau mekanik kita juga membutuhkan data top speed, tak hanya RT saja, karena patokan motor sudah maksimal atau belum dari data top speed juga, karena saya pernah mengikuti balap lain memang juga sudah ada vendor Timing yang ada sensor untuk top speednya,” timpal Wawan Kristiarto mekanik Abakura Jaya.

“Untuk sensor top speed, nanti di seri kedua IDC sudah kami siapkan, karena kita bertahap dahulu dalam melengkapi property timing karena kita ingin maksimal dan akurat jadi fokus satu per satu dahulu,” tutup Diyono. Oke mantap, bro ! dnar

Klasemen Sementara Pemula : 

Facebook Comments