Kejurda Grasstrack 2017 Banten : Kontroversi Bendera Hitam, Protes Keras Fachmi MPS !

BeritaBalap.com-Babak pamungkas atau final Kejuaraan Daerah Grasstrack 2017 yang berlangsung di Sirkuit Mitra Panglima Sejahtera (MPS) Pandeglang, Banten memang sudah berakhir (10 Desember). Nama-nama pemenang kelas Pemula, Junior dan Senior juga sudah diumumkan. Termasuk juara umumnya.

Nah, pada saat event berlangsung ada hal yang lepas dari perhatian. Padahal ini penting untuk evaluasi bagi penyelenggaraan kedepan. Apa itu ? Yaitu tidak dikibarkannya bendera hitam (Black Flag) di kelas Special Engine 65 cc Novice. Bagaimana ceritanya ?

Kejadian berawal ketika knalpot motor yang digeber kroser cilik potensial, Kemal Andrea Sidhqi (Pandeglang) dibawah bendera tim MPS Sahara Work’s R9 KYT VMX DJAM terlepas. Lanjut, dari hasil juara yang keluar, nama Kemal dinyatakan diskualifikasi. Terang saja protes keras dilayangkan maneger tim, Fachmi MPS. Ini manusiawi dan memang diperbolehkan. Ada miss-communication !

koizumi

Dalam surat protes, tertulis tidak dikibarkannya bendera hitam sebagai isyarat ke pebalap hingga finish.
Fachmi MPS selaku komandan tim, juga menambahkan kalau Kemal tidak merasa kalau knalpotnya lepas, cuma merasa tarikan pada motor terasa berat. Ini yang disebut salah dalam komunikasi.

So, kasus ini mengingatkan kita pada kejadian Aldi Satya Mahendra di Kejurnas Motorprix 2017 Region 2 seri 2 di Sirkuit Gery Mang, Subang, (30/04) yang lalu. Cuma bedanya, pada kasusnya Aldi sempat ada bendera yang dikibarkan tetapi tidak disertai dengan nomer start pembalap. Sementara di kasusnya Kemal bendera hitam tidak dikibarkan sama sekali. Bagaimana solusinya ? D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like