Mantri Sanjaya, Sosok Dibalik Aksi & Prestasi Tim Jayadipa Motor Sport Semarang

BeritaBalap.com-Di dunia balap motor nasional, nama Jayadipa Motor Sport (JMS) from Semarang memang sudah tidak asing lagi. Ini sudah populer di era tahun 1990-an hingga 2000-an. Itu saat disupport penuh Jamu Jayadipa dengan komandannya Mas Andy Memed Jayadipa. Tim pabrikan saja kalah mewah saat tersebut.

Tambah berkesan, tampilan motor ngejreng warna orange yang selalu memukau dengan pacuan kencang antara lainnya Underbone berbasis RG Sport ataupun F1ZR. Nah, dibalik nama besar Jayadipa Motor Sport ini, Mantri Sanjaya adalah sosok juru ramu mesin. Ini yang punya peran penting hingga membuat motor-motor Jayadipa itu jos. Langganan podium.

BACA (JUGA) : Ini Rahasia RX King By Jayadipa Motor Sport, Podium Runner-Up Road Race Semarang

koizumi

“Jayadipa Motor Sport ini berdiri sejak tahun 1991, lalu berkiprah di ajang road race mulai 1996 hingga 2001-2002. Kita berhenti balap itu sejak mulainya kelas 2 Tak dihapus, “buka Mantri Sanjaya yang spesialisasi pacuan 2 langkah.

Lalu apa aktifitas selama off dari turun balap? “Aktifitasnya tetap ngebengkel, Mas. Konsumen motor harian dan ada juga yang bikin untuk balap, “tambah mekanik yang bermarkas di Jl. Peleburan Barat No.42.A, Semarang, Jawa Tengah tersebut.

Setelah puluhan tahun  berhenti dari hingar-bingar dunia road race, pada tahun 2019 lalu comeback dengan didukung rekan dan para alumni pasukan JMS. Yap, 8 kreto balap racikan baru sudah dipersiapkan, meskipun dari motor-motor ini punya juragannya masing-masing.

Tim Jayadipa Motor Sport Semarang yang kembali bangun setelah makin ramainya balap mesin bakar 2 langkah

Ke-8 kuda pacu ini terdiri dari RX King TU 140cc/ Super Pro milik Yustinus Pamungkas alias Suep, RX King Std Chamber/Bobok milik Yanuar, dan 2 Underbone 116 cc milik Indra dan Surya. Sedangkan Underbone 125cc berbasis Nova Dash dan Suzuki Satria Underbone 125cc milik Christroper, dan 2 pacuan Satria di Bebek 2Tak Std 125cc milik Edi dan Bowo.

“Sebenarnya untuk spek mesin tidak jauh beda dengan era dulu, bahkan hampir sama. Hanya yang membedakan itu di sektor perangkat kaki-kaki sama pengereman aja. Time bisa lebih bagus karena adanya piranti kaki dan suspensi yang bagus dan mumpuni buat bermanuver. Kalo era saya dulu masih memakai shockbreker depan dan belakang standar atau orinisil motor, Mas, he..he..,” terang Mantri Sanjaya yang akan turun full seri di Indoclub Championship. you

Facebook Comments

You May Also Like