Syamsul Arifin, Bobot Turun 23 Kg, The Rising Star Motoprix 2018 Jawa


BeritaBalap.com- Rider muda Syamsul Arifin kasih kejutan di paruh perjalanan Motoprix 2018 region II (Jawa). Racer asal Yogyakarta ini sukses menerobos barisan senior. Menjadi The Rising Star alias bintang yang sedang bersinar. Terbukti pebalap tim Yamaha Yamalube Yamalube Oryza Nissin IRC DID KYT ada di posisi ke-2 dalam klasemen sementara kelas paling bergengsi MP1 (150 cc).

Oh ya, tim ini dikomandoi M Ghifar sebagai pemilik tim dan Haikal selaku manajer tim. Mereka yang bersahabat dekat adalah orang Ternate, Maluku Utara. Punya hobi balap dan ingin memuaskan kesukaannya pada dunia balap motor di Pulau Jawa. Tahun ini disupport pabrikan Yamaha dan menemukan tempat yang spesial dan penuh prestasi.

Saat merebut podium juara MP1 di Motoprix 2018 Yogyakarta, bersama dengan Dodiyanto IRC (kiri) dan M Ghifar selaku pemilik tim (kanan)

Lebih lanjut dipahami, pundi poin Syamsul Arifin yang notabene membesut MX King 150 sedikit saja di bawah Boy Arby (Honda Kawahara) dan sukses mengalahkan sekaligus meninggalkan cukup jauh tabungan nilai dari jawara tahun lalu, Fitriansyah Kete (ART Jogja).


Belum lama berlalu, Pipin, sapan akrabnya berhasil meraih podium juara MP1 (150 cc) dalam seri ke-3 Motoprix 2018 di Lanud Gading Wonosari Yogyakarta. Yang pasti, perfoma fisik pipin jauh lebih ramping dari sebelumnya. Makin langsing dan menebar pesona kaum hawa. Makanya selalu terlihat mesra terus di stroy WAnya. He he he he…

“Saya turun hingga 23 kg, Om. Kondisi ini sangat membantu saat akselerasi ataupun top-speed, “tutur Pipin yang berdomisili di Sleman Yogyakarta. Secara logika, konteks bobot tubuh dijamin sangat berpengaruh ketika bicara tenaga dari pacuan bebek. Kan perbedaan berat antar rider berhubungan dengan teori Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Dengan mekanik Bima Aditya

Jika diinvestigasi lebih lanjut, maka latihan keras menjadi solusinya. Itu tidak bisa dipungkiri karena tidak ada yang instan di dunia ini. Termasuk pengawasan ketat dari orang tuanya yang juga pelaku senior balap di kota gudeg Yogyakarta, Syaiful yang notabene produsen knalpot SMR.

“Latihan fisik paling sering adalah lari dan push-up. Ini hampir tiap hari. Kalau renang dan lainnya kadang-kadang saja, “tambah Pipin yang lahir pada 27 Agustus 1998. Jadi masih berumur 20 tahun saja.

Catatan penting juga di kelas MP2 (125 cc), Pipin yang disupport mekanik potensial Bima Aditya dapat meraih podium runner-up saat putaran ke-2 di trek Gery Mang, Subang. Semoga bintangnya terus bersinar ya di putaran-putaran Motoprix 2018 Selanjutnya. BB1 

Facebook Comments

You May Also Like