Yamaha Khawatir 10 Orang Jepang Krunya Rossi Tidak Diijinkan ke Jerez, Honda dan Suzuki ?

BeritaBalap.com-Dorna memang sudah mengumumkan jadual 13 seri motoGP 2020 yang sementara ini fokus di Benua Eropa. Yang jatah Amerika dan Asia, nanti dahulu ya. Akhir Juli akan diumumkan kepastiannya.  Tentu saja, berbagai persiapan dilakukan saat ini setelah dipublikasikannya schedule MotoGP 2020 tersebut.

Maklum saja, sekarang ini dalam kondisi yang luar biasa sebagai efek pendemi Covid-19. Lebih lanjut, tim Yamaha sedang memikirkan berbagai persiapan, terlebih ijin perjalanan atau penerbangan masuk ke Eropa yang dibatasi. Misal, ada 10 orang krunya Rossi yang berasal dari Jepang. Konteks ini yang diprotes Lin Jarvis, Bos Tim Monster Energy Yamaha.

BACA (JUGA) : MotoGP Asia-Amerika Belum Jelas, Bos Dorna : Jika Oke, Finalnya Bisa Di Malaysia !

“Kekhawatiran terbesar kami adalah kebebasan bepergian bagi orang-orang Jepang. Dalam kasus kami, ada juga orang Australia. Saat ini mereka tidak dapat terbang ke Eropa bahkan dengan tes Covid-19 negatif. Namun di Australia, mereka sekarang telah memperkenalkan sistem yang memungkinkan pengecualian untuk komitmen profesional yang penting, “ucap Lin Jarvis selaku Manajer tim Monster Energy Yamaha

Langkah-langkah diplomasi sedang diupayakan. Menurut perkiraan, maka dalam 1 bulan kedepan, wilayah Eropa dapat menjadi lebih baik. Saat ini berbagai tahapan sedang dijalani dan diupayakan. Berharap mulai 1 Juli perbatasan negara-negara Eropa dapat dimasukin orang-orang dari luar Eropa dan tidak lagi ada karantina. Pastinya, problem kedatangan orang Jepang ini, juga menjadi masalah serius Honda dan Suzuki.

BACA (JUGA) : Disebut Anti Marquez, Apa Pendapat Quartararo ? Setujukah ?

“Sekarang kami memiliki kalender resmi, sehingga kami dapat mulai untuk berbicara. Kami memiliki perjanjian, kemudian proyek, program dan saat ini kami dapat memberikan alasan yang jelas mengapa kami membutuhkan ini dan orang Jepang di balapan, “tegas Lin Jarvis yang pastinya akan mengurangi kru tim dari sebelumnya 55 orang menjadi 45 personil sesuai aturan yang ditetapkan Dorna.

“Jika mereka tidak bisa datang, kami akan kesulitan balapan. Jika Jepang tidak bisa datang, Honda dan Suzuki juga akan terkena dampaknya. Ini jelas akan menciptakan situasi dimana pabrikan MotoGP Eropa akan menikmati keuntungan yang tidak adil karena mereka dapat bersaing dengan kapasitas penuh. Sangat penting bahwa masalah ini diselesaikan kedepannya, “tambah Lin Jarvis BB1

Tonton VIDEO Tentang Swingarm MotoGP Yang Harganya Lebih Dari 1 Milyar :

 

 

Facebook Comments

You May Also Like