BeritaBalap.com-Nasib penyelenggaraan MotoGP 2020 belum jelas. Bisa dipentaskan dengan waktu yang mepet atau justru dibatalkan. Dalam suatu kesempatan, Bos Dorna, Carmelo Ezpeleta selaku promotor penyelenggara menyebut ada kemungkinan dibatalkan apabila belum ditemukan vaksin ataupun metode pengobatan yang efektif.
Sekilas informasi saja, Dorna mengambil alih hak penyelenggaraan MotoGP dari Bernie Ecclestone dan Two Wheel Promotion tahun 1993. Pertanyaan menarik, jika saja MotoGP 2020 tidak jadi dipentaskan, berapa kerugian yang dialami Dorna ?


BACA (JUGA) : Bos Dorna : Tidak Ada Vaksin Covid-19, Tidak Ada Balap MotoGP !
Patut dipahami, bahwa data omset dari MotoGP 2018 adalah 307 juta euro atau sekitar Rp. 5,2 triliun, omset terbesar berasal dari penyiaran TV (70 persen). Wow…besar sekali dan itu data 2018 ya. Alhasil, kalau gagal, maka lebih dari 5 triliun yang hilang.
Adapun laba atau keuntungannya ialah 54 juta euro alias seputar Rp. 924 milyar. Sebagai ilustrasi saja, saat MotoGP 2013 sebesar 192 juta euro. Jadi kenaikannya begitu signifikan. Oh ya, data yang diambil ini dilansir dari media asal Italia, Tuttomotoriweb.com.
BACA (JUGA) : Dimana Motor MotoGP Disimpan Saat Libur Balap Saat Ini ?
Perlu juga dimengerti, bahwa saat MotoGP hadir di sebuah negara baru atau kembali ke sebuah negara setelah cukup lama vakum, maka itu memberikan nilai lebih. Banyak sponsor baru yang masuk.
Disamping juga biaya pendaftaran trek tersebut yang relatif tinggi. Rata-rata dikenai angka 6-12 juta euro atau seputar 100-200 milyar/serinya. Bisa dibayangkan ya, kerugian dalam setiap putaran MotoGP, belum lagi ketika bicara pemberdayaan ekonomi yang ada pada negara yang menjadi venue penyelenggaraan.
BACA (JUGA) : Wow..! Dorna Kasih Duit 80 Milyar Buat Tim Satelit MotoGP, Berapa Per-Bulannya ?
BACA (JUGA) : Subsidi Dorna 400 Juta/Rider Kurang Banyak, Tim Moto2 & Moto3 Terhimpit Masalah