Pernah Jadi Mekanik Stoner dan Pecco, Apa Beda Keduanya Menurut Gabarrini ?

BeritaBalap.com-Sebagai kepala mekanik, maka Cristian Gabarrini yang saat ini mengawal Francesco Bagnaia ‘Pecco’ (Ducati Lenovo) dalam meraih juara dunia MotoGP 2022, pernah pula bersama Casey Stoner ketika pembalap asal Australia tersebut merebut jawara dunia MotoGP 2007.

BACA (JUGA) : Para Pembalap VR46 Riders Academy Makin Berjaya MotoGP 2023 ?

Menjadi menarik untuk mengetahui sehubungan bagaimana perbedaan diantar keduanya. Maksudnya dalam konteks setting mesin Ducati atau perangkat elektronik antara Stoner dan Pecco.

koizumi

Ternyata, tidak bisa membedakan diantara keduanya ketika menghadapi kondisi motor dan aturan yang berbeda. Saat musim 2007, perangkat elektronik tidak secanggih sekarang. Saat Stoner, perfoma motor begitu liar dan butuh penanganan spesial dan khusus dari pembalap.

BACA (JUGA) : Ini Profil 6 Rookie Balap Moto3 Tahun Depan, Apakah Ada Pembalap Dari Indonesia ?

Alhasil, talenta yang berbicara. Stoner memang dianggap sebagai racer yang memiliki bakat alami. Jarang yang demikian. Bicara podium juara, memang Stoner lebih banyak dengan 10 kali kemenangan dalam MotoGP 2007, sedangkan Pecco 7 kali podium terbaik musim 2022 ini.

“Saat itu (era Stoner, red) elektronik belum secanggih sekarang, tapi berkat talenta pembalap Australia itu, kami bisa melakukannya tanpa masalah, ”ucap Cristian Gabarrini yang dilansir dari Tuttomotoriweb.

BACA (JUGA) : Quartararo Komentarin Spesialnya Ducati Ditambah Pula Dukungan 8 Pembalap

“Ketika dia pergi ke Honda, saat itu dia meminta untuk dapat mengontrol akselerator sebanyak mungkin dan  komunikasinya dengan mesin. Caranya itu efektif karena hasilnya sangat cepat. ”

“Tahun 2007 adalah motor ekstrim, dengan mesin yang sangat bertenaga. Hampir tidak bisa dikendarai dan dengan rasa haus yang tak terkendali terhadap bensin. Dia banyak mengkonsumsi (saat regulasi 22 liter, red). Sekarang masalah itu telah hilang dan Desmosedici adalah yang terbaik, ”tambah Cristian Gabarrini yang juga pernah tangani Jorge Lorenzo (2017). BB1

Facebook Comments

You May Also Like