BeritaBalap.com-Manajer tim Suzuki Ecstar Livio Suppo marah. Membantah pernyataan manajer pribadinya Joan Mir, ialah Paco Sanchez yang mengatakan bahwa suasana internal di Suzuki sekarang tidak penuh kekeluargaan. Maksudnya sepeninggal manajer lama Davide Brivo yang memilih pindah ke balap Formula One (F1).
BACA (JUGA) : Honda Belum Mau Tanda Tangan Kontrak Joan Mir Karena Minat Pedro Acosta ?


Suzuki memang sedang mengalami masalah kronis dalam manajemen. Sudah tanda tangan kontrak dengan Dorna Sports hingga ikutan MotoGP 2026, tetapi awal Mei lalu memutuskan mundur dari balap MotoGP (2023) dan pastinya kondisi ini mengagetkn dan berpengaruh pada psikologis pembalap ataupun kru yang harus mencari tempat kerja yang baru.
“Tentu saja, ini merupakan kejutan besar bagi semua orang, tetapi sulit untuk mengatakan apakah hal itu mempengaruhi kinerja para pebalap. Namun, kedua pembalap akan segera tahu dimana mereka akan balapan tahun depan dan akan lebih santai. Tim juga memiliki reaksi yang luar biasa, semua orang terus bekerja seolah-olah tidak ada yang terjadi dan suasana tetap baik, “beber Livio Suppo yang pernah juga menjadi manajer tim Repsol Honda dan Ducati.
BACA (JUGA) : Berikut Kegiatan Liburan Musim Panas Pembalap MotoGP
“Saya tidak percaya hal itu (ucapan Paco Sanchez, red), saya melihat mereka masih tersenyum begitu banyak. Saya memang telah berada disini baru-baru ini, tetapi saya tidak dapat meminta tim yang lebih baik. Saya menantikan sisa musim ini. Motornya kompetitif di awal tahun dan masih, para pembalap kuat, kami perlu menemukan motivasi untuk mengakhiri musim lalu dengan cara terbaik bersama Suzuki, ”tambah Livio Suppo yang dikutip dari Corsedimoto.
BACA (JUGA) : Terungkap Nilai Kontrak 2023 Aleix Espargaro Yang Fantastis Selama Di Aprilia
Klasemen Sementara MotoGP :