Bongkar Mesin Suzuki Satria FU 2004, Tercepat Di Kelas Bebek Nopek Pemula

BeritaBalap.com- Yudha AP, joki andalan tim TPTC C-Duckz Privater Cirebon berhasil mencatatkan waktu terbaik di kelas bebek nopek pemula alias bebek 200 cc TU Pemula di ajang Gebyar RTP Cup 201M Dragbike 2019 beberapa waktu lalu.

Dragster asal Tegal, Jateng ini berhasil mencatatkan waktu 00:07.209 dan berhasil menjadi yang tercepat. Tentu saja, hal ini ditunjang  performa suzuki Satria FU jebolan tahun 2004 yang mendapat sentuhan dari Danang C-Dukz, mekanik andalan tim.

Daripada penasaran, mending langsung saja kita bongkar mesin kudapacu berbasic Suzuki Satria FU 150 2004 yang pastinya sudah dibore-up ini.

Yahya Kajos owner tim  TPTC C-Duckz Privater Cirebon

“Beberapa part, kita memilih untuk mengaplikasi yang handmade, seperti frame yang mengandalkan milik D-Hardis dan knalpot mengandalkan DOS Muffler yang kebetulan part tersebut kreasi rekan dari Jogjakarta,” beber Yachyanudin IBI akrab dipanggil Yahya Kajos selaku owner tim asal kota udang, Cirebon ini.

Nah,… untuk bikin bengkak kapasitas silinder, piston mengadopsi diameter 72 mm yang dikombinasikan dengan stang piston buatan lokal 446 NPP. Intinya tidak lewat dari batasan regulasi 200 cc.

“Selanjutnya tinggal mengatur jarak mendem antara piston dan bibir blok yang saya patok di angka 0,6 mm. Itu aman terkendali, ”beber Danang selaku mekanik yang akrab disapa Brengos dan mengaku kompresi efektif di angka 15,5 : 1.

Frame mengandalkan milik D-Hardis dan knalpot mengandalkan DOS Mufler part hand made asal Jogjakarta

Langkah selanjutnya, biar maksimal klep bawaan terpaksa dipensiunkan. Gantinya, Danang mengaplikasi klep in dan ex ukuran 26 dan 22. Tujuannya agar aliran gas aktif lebih optimal. Kan butuh pasokan yang lebih banyak seiring dengan pembesaran kapasitas mesin.

“Untuk per klep saya mengandalkan kepunyaan dari Yamaha R25,” bilang Danang yang mematok durasi kem 262 derajat untuk in dan ex nya. Seterusnya untuk rahasia dapurpacunya adalah mengaplikasi karbu milik Keihin PE 35 mm air-strike yang direamer menjadi 37 mm.

Lagi-lagi direamer agar suplai bahan bakar dan udara lebih padat merayap. “Setingan pilot jet dan main jetnya dimainkan pada angka 122/58. Itu rada kering untuk karakter yang lebih agresif di RPM bawah, ”sahut Danang, komandan bengkel C-Dukz yang bermarkas di Jogjakarta ini. Edhot

Data Modifikasi

Ban depan : IRC 50/90-17 Speed King

Ban belakang : IRC 60/80-17 Eat My Dust

Pelek depan : Excel takasago

Pelek belakang : Excel takasago.

Knalpot : DOS Mufler (jogja)

Arm : B-Pro

Sok belakang : Gazi

Sok depan : Upgrade PSD

Frame : D-Hardis (Jogja)

Kartu : Keihin PWK air strake 35-36

Timing pengapian : 12 derajat

Durasi Kem : in, ex 262

Klep : 26-22

Per klep : R25

Final Gear : 13/38

Kompresi  : 1:15,5

CDI : BRT Imax YZ

Aki : Moto Batt

Srabilizer : Scarlet

Footstep : NUI

Facebook Comments

You May Also Like