Problem Latihan Motoprix Sejak Jumat Di Trek Non Permanen, Full Fasilitas Tambah Biaya !

BeritaBalap.com-Ternyata ada problematika serius yang harus disikapi bersama para pelaku balap nasional, khususnya road race. Khususnya lagi di gelaran Motoprix 2018. Ini sehubungan keinginan pembalap yang ingin dapat latihan sejak hari Jumat. Maksudnya, tidak hanya Sabtu saja. Menjadi masalah bagi pihak promotor ketika harus dilakukan di trek non permanen.

Ingat ya, konteksnya lintasan non permanen atau dadakan. Tentu saja, biaya sewa sirkuit, terutama proses loading lintasan yang pastinya melibatkan banyak orang harus dibuat maju. Termasuk berbagai fasilitas penunjang seperti marshall, ambulance dan lain-lain. Otomatis segi budget duit akan bertambah.

Secara logika, pengaturan di lintasan dadakan yang disulap menjadi sirkuit yang safety dijamin lebih sulit dan sulit dibanding yang permanen. Ada yang mengklaim, biaya penyelenggaraan akan bertambah antara 30-40 persen jika mau Jumat siap-sedia latihan. Wow….!

Oh ya, tulisan ini mengacu pada kejadian Motoprix 2018 Wonosari, tepatnya pada Jumat (11 Mei) yang menyebabkan salah satu pembalap asal Jatim mengalami insiden serius dan meninggal dunia. Saran penulis, kita tidak perlu mencari siapa yang benar dan siapa yang salah karena nasi sudah menjadi bubur. Semua sudah terjadi.

Kita harus menerima kenyataan pahit ini sebagai sebuah Suratan Yang Kuasa. Ingat pula, Simoncelli meninggal dunia di Sirkuit Sepang, Malaysia (2011) pada trek yang secara logika sangat aman terkendali. Alhasil, dalam dunia balap, segala hal bisa terjadi. Terpenting, bagaimana kita menyikapi bersama hal tersebut untuk kemudian dicarikan solusi. Langkah antisipasi kedepan itu signifikan. Jangan kita jalan ditempat !

Donny Mahardjno selaku Ketua Komisi Balap Motor IMI yang hadir di Motoprix 2018 Yogyakarta

“Menurut hemat saya, Jumat itu lebih tepat disebut pengenalan sirkuit karena memang semua perangkat sirkuit belum siap sepenuhnya. Bahkan bisa saja terjadi perubahan desain jika ada masukan dari pembalap yang kemudian didiskusikan bersama dan menemukan kesepakatan untuk diubah, “ujar Donny Mahardjno selaku Ketua Komisi Balap Motor IMI yang hadir di Motoprix 2018 Yogyakarta dan sempat berdiskusi dengan penulis pada Minggu malam (13 Mei).

Boleh jadi, maksudnya Bos Komisi Balap Motor terebut ialah tidak terlalu ngotot dalam latihan pada Jumat karena memang semua belum siap 100 persen seperti saat balapan nanti. Jangan-jangan konteks yang disebut pengenalan tersebut seperti yang dilakukan para rider MotoGP saat sebelum latihan bebas 1 (Free Practice 1).

Yaitu cukup dengan mengendarai matik ataupun bebek ataupun sepeda ataupun berboncengaan dengan krunya ataupun berjalan kaki. Itu jika memang hakekatnya pengenalan. Atau mungkin maksudnya pengenalan tetap dengan motor balap tapi tidak ngotot. Sekedar mempelajari racing-line dan mencermati kondisi aspal yang baik dan yang bumpy. Oh begitu…! Jangan bingung ya ! He he he he.

“Memang jika mau siap secara utuh pada Jumat, harus loading Senin atau Selasa. Harus siap menambah biaya dan ini cukup besar untuk promotor daerah, “tukas Abraham Subhan yang juga terlibat ikut membantu dalam Motoprix 2018 Yogyakarta. Ini orang juga berpengalaman karena punya bendera Bio Racing yang langganan menghajat Motoprix region Jawa di kote mendoan Purwokerto. BB1  

Facebook Comments

You May Also Like