Rahasia Korekan RX King Jawara Sport 135 cc Fun Race Jamda 2 YRKI 2019 Yogyakarta

BeritaBalap.com-Ini kudabesi Yamaha RX King dari tim Bolowewe On Trottle C-Squad Baja Beton. Sukses memborong podium juara Sport 135 cc Open dan Sport 135 cc Tune Up. Jokinya ialah Iqbal Rizky dalam gelaran balap Disolving Commitee Fun Race Jambore Daerah 2 YRKI DIY 2019 di Sirkuit Maguwoharjo, Sleman, Minggu kemarin (20 Jan).

Iqbal Rizky borong podium juara

Apa rahasia korekannya ? Yuk kita investigasi ! Sesuai dengan aturan main yang dikeluarkan oleh pihak penyelenggara, bahwasanya mekanik diberi kesempatan untuk menaikkan kapasitas motor menjadi 140 cc. Namun hal itu tidak dilakukan oleh Bani Marzuko selaku mekanik pasukan Bolowewe On Trottle C-Squad Baja Beton. Tetap 135 cc saja !

Alhasil, bisa bertarung di dua kelas sekaligus, Sport 135 cc  Tune-up dan Sport 135 Standar. “Sebenarnya ini bukan motor baru tim kami, hanya dibangkitkan kembali setelah tidur nyenyak. He he he he he. Maklum saja, dikarenakan kesibukan sehari-hari sampai lupa kalau persaingan di kelas ini makin ketat, ’’terang Bani Marzuko.

BACA (JUGA) : Hasil Juara Jamda 2 YRKI DIY Fun Race Predator 2019 Yogyakarta (20 Januari)

Digali lebih dalam lagi, ternyata untuk port-exhaust alias tinggi lubang buang jika diukur dari bibir atas blok silinder menjadi 24 mm. Optimal mendongkrak RPM atas. Soal putaran bawah yang berefek melempem, tentu saja diakali lebih lanjut. Ini resiko teknis ketika meninggikina lubang buang.

Lebih lanjut, ukuran seher sendiri menggunakan oversize 50 dengan diameter 58,5 mm, kini volume silinder jadi 134,31 cc dibulatkan menjadi 135 cc. Meski demikian dipastikan rasio kompresi mengalami penurunan, sebab lubang buang mengalami pengikisan. Untuk itu, kepala silinder dipapas agar ruang bakar jadi kecil.

Dalam konteks ini, mekanik yang doyan touring ini membuat ruang bakarnya menjadi 14,5 cc.Tapi, begitu dihitung, rasio kompresi hanya tinggal 5,3 : 1. Kompresi rendah dipastikan berhubungan dengan ketahanan mesin. Lebih aman ketika diajak bermain agresif. Tidak akan overheating atau panas berlebihan yang bisa membuat mesin ngedrop.

Karburator standar juga bisa optimal

Bicara perangkat  pengabut bahan bakar diaplikasi kaburator standar ukuran 26. Pasokan gas bakar di RPM bawah-menengah diatur pilot-jet 35 dan atasnya pakai main-jet 240. Guna menaklukan lintasan Stadion Maguwoharjo Sleman, maka faktor yang paling utama adalah komponen penyalur tenaga yang dihasilkan oleh rasio dan final-gear. Bila kombinasinya kurang tepat, motor pun tidak bisa melaju secara maksimal.

“Untuk perbandingan gigi rasio 1-nya dibuat 12-34, kemudian rasio 2 yang 16-30, lanjut perscepatan 3 dengan rasio 19-26, sedangkan rasio 4 dan 5 masing-masing perbandingan 22-24 dan 24-22. Terakhir final gear yang efektif pada 13-42. Sampai disini semua paham ya, bahwa yang standar juga bisa berprestasi. D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like