Auto Gymkhana 2018 (Kejurnas Slalom) Seri 3 Yogyakarta : Ada Double Gymkhana Class, Langkah Potensial Kenalkan Gymkhana Asia !

BeritaBalap.com-Ada yang berbeda dalam gelaran Auto Gymkhana 2018 ini dimana ada kelas eksibisi yakni Double Gymkhana. Dari 3 seri yang sudah digelar, baru seri Bandung dan seri Yogyakarta (30 Juni) yang diadakan kelas ini. Jadi ini langkah sosialisasinya dan pastinya sangat berguna.

“Ini sekedar untuk pengenalan ke pembalap-pembalap Indonesia pada khususnya dan masyarakat pecinta automotive pada umumnya tentang salah satu kelas di Asia Gymkhana, karena di kejuaraan Asia ini nanti pasti selalu ada kelas tandem yang di seri Auto Gymkhana kita namakan Double Gymkhana,” buka Tjahyadi Gunawan boss dari Genta Auto & Sport selaku promotor penyelenggara Auto Gymkhana 2018.

Aturan mainnya adalah ada dua mobil dari satu team yang masuk ke sirkuit dimana keduanya diberikan kesempatan torehkan waktu di session yang berbeda. Session pertama atau Run pertama pembalap A ada di depan pembalap B namun yang dicatat waktunya ada di pembalap belakang dahulu yaitu pembalap B.

Demas Agil-Toyota Team Indonesia

Nah, Run kedua giliran pembalap A yang diberikan kesempatan torehkan waktu dengan posisi di belakang pembalap B. “Jadi nanti di cone menjelang finish pembalap yang didepan harus melebar untuk berikan jalan pembalap belakang masuk duluan ke garis finish, “jelas Vito Siagian selaku pimpinan perlombaan di Auto Gymkhana 2018 ini.

“Kalo dibilang mengenalkan kelas di Asia Gymkhana, iya benar seperti itu, namun sayangnya untuk soal atau tatanan cone masih berbeda jauh dengan tatanan cone di sirkuit kejuaraan gymkhana di Asia, “tukas Demas Agil Ramadani, pembalap asal DKI Jakarta yang membela Toyota Team Indonesia TRD.

“Di kejuaraan gymkhana di Asia tatanan cone lebih rapat dengan lintasan yang panjang, jadi tidak dominan speed seperti ini, dan di kelas Double Gymkhana di kejurnas ini juga terlalu pendek untuk lintasannya. Namun setidaknya ini udah bagus untuk pengenalan dahulu, juga sudah bisa untuk melatih feel dan insting pembalap di kelas tandem, “tambah Demas Agil yang sudah sering ikut serta di kejuaraan Asia Gymkhana.

Anyway, sosialisasi itu penting. Soal penyelenggaraan seperti sirkuit di luar negeri, akan diupayakan secara bertahap karena memangdi Indonesia itu problem tempat.

“Kita bertahap dahulu dalam mengenalkan aturan main Asia Gymkhana, karena di Indonesia lahannya tak seperti di negara Asia lainnya yang sudah maju gymkhana-nya yang biasa memakai sirkuit permanen beneran, jadi sementara kita pakai sirkuit dadakan sesuai dengan lahan yang ada disini, beberapa kita sudah mulai berani terapkan seperti di kejuaraan Asia dimana lahan tak harus aspal namun bisa juga memakai cor beton seperti di seri pertama di Bandung lalu, karena di seri-seri Asia seringkali juga memakai lintasan cor beton,” tutup Tjayhadi Gunawan, pimpinan Genta Auto & Sport yang akrab disapa Pak Gun. d417

Facebook Comments

You May Also Like