Awas… Blade 125 Tim NMS Garassi 99, Ini Rahasia Jawara Pemula MP4 Road Race Blora

BeritaBalap.com-Siapa yang layak menyandang gelar rajanya bebek 4 tak pemula di grand final Poetra Jaya Open Road Race Championship 2018 Blora, Minggu kemarin (16 Desember) ? Jawabannya adalah Atorix AP, pebalap muda asal Purworejo, Jateng yang bernaung di bawah bendera tim NMS Garassi 99.

BACA (JUGA) : Hasil Juara Poetra Jaya Road Race 2018 Blora, Jawa Tengah

Lima kelas disapu bersih sebagai pemenang. Bisa dilihat di hasil lomba yang link-nya kembali ditampilkan portal BeritaBalap.con di atas kalimat ini. Oke, langsung saja kita kupas tuntas salah satu senjata andalan mereka yakni Honda Blade 125 FI yang berjaya di kategori pemula MP4.

Laksana sebuah mata pisau nan tajam, rahasia kehandalan Honda Blade 125 Fi kode KYZ terletak pada sektor kepala slinder. Disini diklaim mambangun kompresi yang maksimal. Bagaimana tidak menurut penuturan mekanik Toni asal Klaten, Jateng, itu motor sudah disetting agar putaran bawahnya kuat tapi mampu melibas tikungan. Maksudnya rider bisa buka tutup gas secara spontan ketika keluar masuk tikungan.

Ini dia Toni, mekaniknya tim NMS Garassi 99

Maka dari itu, mekanik menerapkan rasio kompresi mesin yang tidak terlalu tinggi, cukup bermain di angka 12,6 : 1. Dengan maksud dan tujuan ketika gas ditahan di RPM yang tinggi tidak khawatir mesin akan jebol. Itu semua tidak lepas peran piston FJN Forged diameter 55,25 mm, sedangkan strokenya tetap standar yakni 57,9 mm. Pastinya pula, segi handling motor asih akrab di tangan pebalap. Mudah dikendalikan.

Bertarung di sirkuit dadakan macam alun-alun Blora yang mempunyai tipikal tikungan patah dengan trek lurusnya hanya berkisar 300-an meter, maka dibutuhkan juga pasokan bahan bakar melimpah dan akurat. Oleh karena itu injektor Honda Sonic dipercaya oleh mekanik yang identik dengan topi hitam di kepala ini. Semprotannya mantap. Terpuaskan bagi ruang bakar.

Dalam menyeting pengapian, Toni menggunakan ECU aRacer. Menurutnya, peak-performance Honda Blade 125 Fi ini di kisaran 10.000 RPM. Semua disesuaikan dengan trek yang akan dipakai. Harus efektif. Belum cukup sampai disitu, perbandingan rasio dan final gear pastinya masuk dalam atensi mekanik. Wajib diramu ulang sesuai kebutuhan.

Bagaimana hitungan rumusnya ? Untuk rasio perbandingan 1 (14-35), kemudian 2 (18-30), lanjut 3 dan 4 masing-masing dengan hitungan perbandingan 19-27 dan 21-25. Kalau final-gearnya, depan berukuran 14, sedangkan belakang 46. Oke, ditunggu ya prestasi selanjutnya. D 14 N

Data Modifikasi :
ECU : aRacer
Klep : Standar
Piston : Fjn
Knalpot : SMR
Velocity : Custom by garasi99
Thortle body : Std
Injector : Honda sonic
Rasio : 1 (14-35), 2 (18-30), 3 (19-27), 3 (21-25)
Final Gear : 13/46

Facebook Comments

You May Also Like