Hendriansyah Sebut Kejurnas OnePrix Hanya 1 Kamera Jump-Start, Eddy Horison : Siap Lebih Baik Kedepan Soal Aturan Jump-Start

BeritaBalap.com-Memang sungguh miris jika dalam balap level Kejurnas OnePrix 2021 Sentul hanya ada 1 kamera untuk mensensor pembalap yang terkena jump-start. Konteks ini yang menjadi sumber kontroversi dari kejadian jump-start berjamaah dalam race ke-2 kelas OP4 (ECU Std) Kejurnas OnePrix Sentul, Minggu (19 September).

“Saya saksinya, Mas jika OnePrix hanya 1 kamera jump-start. Hanya di depan saja. Padahal ini dinamakan Kejurnas, “tegas Hendriansyah, dewa road race yang juga ayahanda dari potensi belia usia 10 tahun, Nelson Cairoli (H Putra 969 Racing Team) yang jawara di race awal (1) kategori OP4 (ECU Std).

Secara logika akal sehat, memang sulit mengukur sesuatu, terlebih soal jump-start dalam 1 parameter. Hanya sebiji kamera. Harus ada sudut pandang berbeda. Akan lebih sulit jika hanya berdasarkan kamera di depan.

koizumi

BACA (JUGA) : Jump Start Berjamaah Kelas OP4 Kejurnas Oneprix Sentul Yang Didiamkan Saja ?

Catatan penulis, berbagai gelaran one make race, minimal ada 4 sudut pengambilan video untuk melihat sebuah obyek yang bergerak ‘salah’ dalam momen start. Ini penting sekali untuk mendukung sportifitas.

Faktanya memang ketika melihat dari video lain (second opinion) yang diambil dari sudut atas, sangat terlihat jelas dan tegas bahwa banyak yang melakukan jump-start. Namun memang penalti tidak berlaku menyeluruh berdasarkan analisa video. Hanya 1 saja. Padahal tercatat banyak rider yang melakukan pelanggaran ini. Pastinya, Nelson Cairoli yang start terdepan sangat dirugikan atas pelanggaran ini. Doi terhalang ‘gerombolan’ jump-start.

BACA (JUGA) : Klarifikasi Eddy Horison Race Director OP4 OnePrix Sentul, Yang Jump Start Turun 3 Grid Seri Selanjutnya

“Saya pikir semua memakluminya karena ini balapan anak-anak. Saya akui banyak yang jump-start. Tapi untuk berdiri diatas motor saja, kaki mereka banyak yang tidak sampai. Padahal ini membuat posisi motor bisa maju atau mundur. Pada sisi lain, balapan ini juga mendadak. Saya dikabarin baru Kamis pagi sekitar jam 10.00. Persiapannya sangat mepet. Tapi kita bersyukur kalau balapan ini bisa berjalan, “terang Eddy Horison selaku race director Kejurnas OnePrix 2021.

“Untuk seri kedepan akan lebih baik. Kita akan sosialisasikan dengan jelas dan tegas soal aturan jump-start ini. Juga orang tua pembalap dapat hadir untuk memberikan pengarahan kepada anak-anaknya. Intinya, saya berdiri tegak-lurus. Tidak ke kiri atau ke kanan. Saya tidak punya kepentingan di OnePrix. Semuanya demi kemajuan balap Indonesia. Balapan ini adalah hobi saya selama puluhan tahun, bukan tempat saya cari uang, “tambah Eddy Horison. Oke semoga ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih baik. BB1

Facebook Comments

You May Also Like