Bensin Bebasan ! Ini Bahan Bakar Expert dari Leon Chandra, Bima Aditya hingga Konar di Final LFN HP969 Road Race 2023

BeritaBalap.com-Sudah jadi rahasia umum bahwa penggunaan bahan bakar di Grand Final LFN HP969 Road Race Championship 2023, akhir pekan ini (30-31 Desember) dibebaskan.

BACA (JUGA) : Tim Asal Kotabaru Kalsel Munthe Racing Team Bareng Hendra Eenk Jawara Bebek 2T 116 Cc Std Open Di Final LFN HP969 2023 Sentul

Lantas, bagaimana penggunaannya di kelas Expert dari mekanik-mekanik top Indonesia ? Itu ditanyakan langsung ke Leon Chandra dari Racetech, Bima Aditya The Strokes 55 hingga Konar dari Rey Racing Speed. Rupanya penggunaan bahan bakar di gelaran kali ini juga terbilang cukup beragam.

koizumi

Mulai dari Koh Leon, doi menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo namun dari POM bensin pilihan. Yakni dari Pertamina di Grogol Jakbar, itu katanya punya ukuran RON  yang lebih maksimal dari POM bensin biasanya.

“Ronnya itu stabil selalu ada di angka 98 ke atas, sampai dengan 102 kadang-kadang. Makanya bagus dan kami selalu beli di sana,” tutur Leon yang mengaku menggunakan campuran bahan bakar dan udara (AFR) di angka 12,8 dengan kompresi 14 : 1.

Artinya dengan bensin itu, doi berani sedikit mengeringkan AFR sehingga tenaga mesin juga lebih maksimal bro. Nah, berbeda dengan Bima Aditya dari bengkel The Strokes55, doi menggunakan Ron 98 namun dari POM bensin terdekat.

“Kita pakai apa adanya aja, Mas, enggak mau tinggi-tinggi juga. Sebenarnya angka 98 itu bisa-bisa aja dan malah kami udah maksimal di settingan ron bensin seperti itu, “ujar Bima Aditya yang bermarkas di Solo Baru Sukoharjo.

“Kalau ditinggikan lagi bisa jadi ribet, karena harus ubah berbagai settingan. Jadi pakai apa adanya aja seperti biasa di Sentul, dan AFR kita bikin agak basah di angka 12,1 dengan kompresi 14 : 1, “sambung Bima Aditya.

Yang paling membagikan banyak pengetahuan tentang penggunaan bensin adalah Konar, mekanik dari Rey Racing Speed (RRS). Menurutnya, penggunaan bensin ini juga sangat berpengaruh pada perbedaan daerah.

“Kalau di Cibinong beli bensinnya untuk di Sentul, paling di angka 98 masih ada. Tapi kalau kayak di Mijen, mungkin hanya 88, lalu Tasik 95. Nah, RSV Championship itu bagus karena langsung dari panitia di angka 102. Jadi untuk seri ini kami agak turunin dikit kompresi di angka 13,8 : 1 dengan AFR 12,5 : 1, “pungkasnya. Siborong-Borong

Facebook Comments

You May Also Like