Bongkar Rahasia Mesin Yamaha 125Z by Mbendol ABRT Yang Langganan Jawara

BeritaBalap.com-Bagi para pecinta adu kecepatan, khususnya road race, dijamin paham dengan berbagai pacuan Yamaha 125Z racikan mekanik AB Mbendol asal Salatiga, Jateng. Mulai kudabesi Wawan Wello (Aqiela ABRT20) yang beberapa kali finish di urutan pertama alias podium jawara. Itu di kejuaraan Indoclub Championship Series 2019 ataupun sebelumnya ataupun event-event lainnya.

Lain lagi 125Z saat terbaik di Sirkuit Gokart Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu kemarin (31 Maret). Ramuan mujarab AB Mbendol yang meraih posisi tercepat lewat petarung asal Bantul Yogyakarta, Tommy Ricard Orlando dengan tim yang berbeda, yakni SS1 Karya Fajar Timur Streetwel Double A. Best timenya 56.675 detik. Motornya yang menjadi gambar paling atas, kelir oranges.

Kalau ini 125Z milik tim Aqiela yang notabene punya spek yang sama dengan tim lainnya

Pertanyaannya sekarang, apa sih perbedaan antara kedua motor dari tim yang berbeda namun mekaniknya sama tersebut ? Ternyata, secara spek motor samimawon alias tidak ada yang berbeda. Mulai dari perangkat pensuplai bahan bakar dan udara yang mengaplikasi Karburator Keihin PWK 28 dengan kombinasi main jet 150 dan pilot jet 52.

BACA (JUGA) : Hasil Juara Cashytha Nathania PARD Pirelli Manahadap Boyolali Road Race 2019 (31 Maret)

Juga dukungan membran V Force 3, yang memiliki efektifitas tinggi di jalur pemasukan bahan-bakar.  Termasuk hitungan rasio by IKK. Termasuk lagi, proses pembakaran di ruang bakar juga didukung pengapian set dari kudabesi Special Engine (SE) Yamaha YZ 85. Magnet yang memiliki diameter lebih kecil mengemban misi untuk mengejar putaran yang lebih responsif, enteng dalam setiap perpindahan percepatan. Dijamin jauh lebih galak !

AB Mbendol ABRT20

“Spesifikasi motor tidak ada yang berbeda. Hanya saja untuk motor yang biasa di pakai oleh Wawan Welo dibikin lebih kuat. Saat keluar tikungan, power mesin wajib ngisi, sedangkan motor milik tim SS1 Karya Fajar Timur Streetwel Double A ini dibikin lebih enak. Lebih nyaman. Kalau settingan yang nyaman ini cocok sekali untuk pebalap pemula yang ingin belajar naik 125Z, ’’jelas mekanik yang juga berhasil mengantarkan joki Iqbal Gimbal sebagai dragbiker tercepat se-Indonesia.

Untuk port-exhaustnya alias lubang buanya diplot pada angka 27 mm diukur dari bibir silinder, sedangkan perbandingan final-gearnya naik-turun 1-2 mata dari angka 13-46. Ini disesuaikan dengan kondisi trek dan kemauan pembalap. Jadi pahamkan perbedaa tipisnya. Soal knalpot, jelas dong semua pakai ABRT20 Muffler. D 14 N

Facebook Comments

You May Also Like