Kawahara IRC IDC 2019 Yogyakarta : Ada Reaction Time, Lebih Menantang !

BeritaBalap.com-Akhirnya, setelah lumayan lama dirindukan pecinta adu kebut trek lurus 201 meter, maka gelaran Kawahara IRC Indonesia Dragbike Championship 2019 dihelat juga seri pertamanya di hari Minggu kemarin (10 Maret). Memakai sirkuit non permanen Lanud Gading, Wonosari, DIY balap yang diprakarsai oleh Erdeve Indonesia ini diserbu total 570 lebih starter.

BACA (JUGA) : Kawahara IRC IDC 2019 Yogyakarta : Rekor Nasional Pecah 6,627 Detik, Ini Hasil Lengkap Juaranya

BACA (JUGA) : Bongkar Rahasia Mesin Satria FU Ditra Jaya Manahadap, Jawara Bebek 200 Injeksi (IDC 2019 Jogja)

“Sebagai awalan sudah mencapai target 500 lebih starter dan tim-tim besar tahun lalu kembali hadir di seri IDC 2019 ini,” buka Deon Erdeve.  Meski baru diawal seri, Kawahara IRC IDC 2019 ini langsung memberikan kejutan. Selain kejutan dari panitia dengan kelas baru yakni Bebek 4 Tak 200 cc Injeksi.

Santo Dwi Atmono, wakil pimpinan lomba Kawahara IRC IDC 201 (kiri) dan Danung Prasetyo yang notabene di Kawahara IRC IDC 2019 menjabat sebagai komandan scrutineering

Kejutan pertama dan sangat menantang ialah perangkat timer di Kawahara IRC IDC 2019 yang sudah upgrade terbaru dengan adanya sensor Reaction Time (RT), Elapse Time (ET) 20 meter, dan ET 201 meter. Alhasil, para petarung bisa mengukur waktunya saat momen start. Bisa jadi patokan untuk kemudian lebih beringas alias lebih baik.

“Dengan kelengkapan perangkat sensor ini memang sudah sangat dianjurkan karena kedepan nanti untuk alat perangkat timer akan ada standarisasinya dari IMI,” tutur Santo Dwi Atmono, wakil pimpinan lomba Kawahara IRC IDC 2019.

“Munculnya angka RT di print-out time, maka sudah sangat membantu untuk antisipasi protes pembalap tentang jump start, ini sebenarnya sudah lama ada di sebuah perangkat timer dragbike, hanya untuk IDC memang baru 2019 ini diberlakukan print out RT dan ET ditiap race-nya, “timpal Danung Prasetyo yang di Kawahara IRC IDC 2019 ini menjabat sebagai komandan scrutineering.

BACA (JUGA) : Helm Baru & Paddock Baru Tim Bank BJB GBU RTP OP27 Jet Up, Makin Gairah, Borong Juara IDC 2019 Jogja !

Kejutan berikutnya adalah langsung pecahnya dua kali rekor best time nasional di kelas FFA 350 cc. Uniknya dua kali rekor ini dicatat di race yang sama yakni saat race penyisihan kelas FFA 350 cc. Rekor best time nasional ini pertama kali dipecahkan oleh Wildan Kecil dengan tim RC3 Duribambit Ini Kami dengan time 06,628 detik yang start di awal race.

Namun tak lama berselang, rekor nasional tadi langsung dipecahkan kembali oleh Iqbal Gimbal dari Aqiela Motor Sport ABRT20 dengan time  06,627 detik. Hanya selisih 0,001 detik saja !  Selain dua kejutan tadi, kejutan berikutnya adalah dari beberapa pembalap pemula yang mulai terlihat rising starnya.

Contohnya adalah rekor best time nasional tadi yang justru dipecahkan oleh seorang pembalap pemula Iqbal Gimbal. Kemudian mencermati di tiga kelas pemula, ada Vano Mahendra yang masih duduk dalam taraf joki pemula di akademi GDS. Ternyata di kejuaraan resmi selevel nasional ini prestasi catatan waktunya jauh di atas Aji Klinci dan Ridho PS yang dimana dua pembalap pemula terakhir tersebut peraih gelar Rookie of The Year GDS tahun 2018 kemarin. dnar

Facebook Comments