Perubahan Jadwal MotoGP Kini Membuat Pabrikan Mulai Resah, Ini Penjelasannya

BeritaBalap.com – Perubahan jadwal MotoGP akibat Covid-19 membuat efek domino pada gelaran ini. Dan akibat perubahan ini, kini bukan hanya Dorna saja yang khawatir, pabrikan motor dan pabrikan ban mulai resah.

Wajar saja, mengingat perubahan jadwal sangat berimbas pada situasi iklim negara tersebut. Beberapa negara memang sengaja dibuat pada buan tertentu untuk menghindari efek cuaca yang ekstrem atau tidak sesuai dengan keinginan teknis.

BACA (JUGA) : Apakah Rider Dibayar Jika Tidak Ada Race ? Ini Penjelasan Mantan Bos Tim Honda

koizumi

Hal ini sangat berpengaruh terhadap suhu lintasan dan tentunya berefek pada performa ban, dalam hal ini Dunlop sebagai supplier ban Moto2 dan Moto3 serta Michelin sebagai pemasok tunggal ban untuk kelas MotoGP.

MotoGP Qatar pada 8 Maret memang telah dibatalkan. Namun GP Thailand di Buriram telah dipindahkan ke 4 Oktober dari asalnya 22 Maret. Sementara GP Amerika di Austin dari 5 April ke 15 November.

BACA (JUGA) : Akibat Coronavirus, KTM Stop Produksi Motor

Untuk Autódromo Termas de Río Hondo telah diubah pula dari 19 April ke 22 November. Pada saat yang sama pun, Aragón harus rela pindah tanggal ke 27 September dari awalnya 4 Oktober. Sementara GP Valencia di tanggal 29 November dan bukan tanggal 22 November.

Perubahan tanggal tersebut signifikan terhadap iklim. Seperti Valencia yang sudah diingatkan tim bahwa situasi pertengahan hingga akhir bulan November adalah sedang membeku.

BACA (JUGA) : Wow..! Sirkuit Sepang Ditutup Hingga 30 April Karena Virus Corona

Rossi pernah mengusulkan untuk akhir seri, lebih baik dihelat di negara beriklim panas. “Tapi Dorna memiliki markas di Spanyol. Itu sebabnya mereka ingin final di sana,” jelas Valentino Rossi.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah Argentina. Situasi coba diusulkan oleh pabrikan ban Dunlop untuk Moto3 dan Moto2 dan Michelin di MotoGP.

Sebab Argentina pada bulan November akan sangat panas. Seorang wartawan Argentina, Christian Re sudah memperingatkan perihal suhu Argentina di bulan November. Bahkan salah seorang journalist MotoGP, yakni Francisco Aure menambahkan situasi tersebut.

“Kelembaban tidak akan terlalu tinggi, tetapi akan sangat panas,” demikian jelas Francisco Aure. “Argentina akan seperti gerbang neraka,” imbuh Christian Re.

Situasi di Argentina akan sangat berbeda. Kelembaban pada bulan November akan minim, ditambah cuaca yang bisa menembus angka 35-38 derajat celcius seperti di Malaysia. Masalahnya adalah, aspal Argentina sangat abrasive sehingga itu akan cepat mengurangi performa ban.

Bahkan kemungkinan besar dengan suhu aspal yang sangat tinggi, trek Argentina tidak hanya abrasive, bahkan mungkin akan cenderung destruktif. WIC

Facebook Comments

You May Also Like