Yamaha Ulangi Kesalahan Suzuki dan Honda ? Terlena Setelah Juara Dunia MotoGP 2021

BeritaBalap.com-Pasukan Yamaha M1 dianggap kurang berhasil dalam perjalanan seri perdana motoGP 2022 Qatar (6 Maret). Fabio Quartararo yang notabene adalah juara dunia MotoGP 2021 cukup finish ke-9 dan tertinggal sekira 10,5 detik dari Enea Bastianini (Gresini Racing) yang merebut podium terbaik.

BACA (JUGA) : Bos Tim Suzuki Tidak Mau Terburu-Buru Perpanjang Kontrak Mir Dan Rins, Kenapa Ini ?

Bagaimana yang lain ? Morbidelli ke-11 dengan gap waktu 16 detik. Lanjut Andrea Dovizioso (WithU Yamaha RNF) yang berada di urutan ke-14 dengan jarak waktu 27 detik, terakhir adalah rookie Darryn Binder finish ke-16 dengan gap 14 dari Dovizioso.

koizumi

Konteks ini yang pastinya mengecewakan bagi Quartararo yang sejak pengujian November sudah memberikan warning atau mengingatkan principal Yamaha untuk dapat membuat M1 menjadi lebih powerful jika ingin kompetitif. Tetapi kemudian tidak terpenuhi di Qatar.

BACA (JUGA) : Ai Ogura (21 Tahun) Gantikan Nakagami (30 Tahun) Di MotoGP 2023 ?

Quartararo berkaca dalam 4 seri terakhir MotoGP 2021 dimana Ducati begitu dominan. Bahkan di seri final Valencia memborong semua podium juara hingga 3 besar. Quartararo menekankan penting penambahan tenaga pada momen top speed.

Kasus demikian pernah berlangsung pada Suzuki yang begitu nyaman dengan kemenangan Joan Mir yang jawara dunia MotoGP 2020. Kemudian tidak ada perubahan signifikan hingga disebut Joan Mir dan Alex Rins hampir sama dengan motor 2020. Begitu-begitu saja. Tahun 2022 ini Suzuki mulai terlihat jos. Paling tidak dari data top speed MotoGP Qatar, maka posisi 1-2 milik duet tim Suzuki Ecstar.

BACA (JUGA) : Ini 5 Alasan Ducati Berhak Atas Juara Dunia MotoGP 2022

Bahkan Honda merasa nyaman dengan kondisi yang diciptakan Marc Marquez. Hal ini yang kemudian membuat mereka untuk melakukan evolusi pada RC213V. Banyak berubah tahun 2022 ini. MM93 bahkan menyebut harus mengubah gaya balapnya.

Jadi ada kecenderungan pabrikan Jepang yang konservatif ketika sudah meraih yang terbaik. Terlena dengan kenyamanan yang sudah ada. Berbeda dengan pabrikan Eropa yang terus gigih untuk meningkatkan perfoma motor.

“Jika sebuah motor menang, maka perusahaan Jepang sangat berhati-hati dalam merencanakan model tahun depan,”tutur seorang teknisi Yamaha terkenal, yang juga berpengalaman dengan Honda kepada Motorsport. BB1

Hasil MotoGP 2022 Qatar : 

 

Facebook Comments

You May Also Like