Brad Binder Akui Cinta Mati KTM, Sejak Moto3 Bersama dan Ingin Juara Dunia MotoGP

BeritaBalap.com-Brad Binder sudah di KTM sejak balap Moto3 (2015) hingga saat ini di level MotoGP. Begitu setia. Keren. Jangan-jangan dipertahankan hingga akahir karir balapnya. Maklum saja, seorang Marc Marquez saja tidak sejak awal di Honda, karena di Moto3 (masih GP125, red) pernah bersama KTM (2008-2009),

BACA (JUGA) : Penguji Yamaha Ungkap Top Speed M1 Naik Banyak Tetapi Ada Masalah Baru, Apa Itu ?

Oh ya, tahun kedua bersama KTM, Brad Binder meraih juara dunia Moto3 (2016). Itu saat di tim Red Bull KTM Ajo. Lanjut melangkah ke Moto2 musim 2017 hingga 2019. Prestasi terbaik di Moto2 saat menjadi runner-up tahun 2019. Kemudian sejak 2020 di tim MotoGP Red Bull KTM Factory hingga sekarang.

koizumi

“Saya berterima kasih kepada KTM atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dengan memberi saya kontrak jangka panjang. Kami mengejar tujuan yang sama. Kami ingin berada di puncak dan berjuang untuk gelar. Saya percaya kita bisa mencapai tujuan ini bersama-sama, “terang Brad Binder yang dikutip dari Speedweek.

BACA (JUGA) : Wow, Target Ducati Pecco Ataupun Bastianini Posisi 1-2 Klasemen Akhir

“Di KTM selamanya ? Saya bisa membayangkan, saya sangat bahagia di sini. Dan selama kita menang, “tambah Brad Binder yang kontraknya akan selesai pada akhir tahun 2024 dan pastinya ada kemungkinan diperpanjang lagi.

Pada bagian lain, Brad Binder sangat mengharapkan seri MotoGP dapat mencapai Afrika Selatan. Mengingat ini tanah kelahirannya. Sirkuit Kyalami dianggapnya layak. Namun memang perlu beberapa perubahan. Hanya saja masalahnya adalah kondisi perekonomian yang akan sulit untuk mendapatkan investor.

BACA (JUGA) : Perombakan Serius Honda, Direktur Teknik Tim Suzuki MotoGP Direkrut HRC ?

“Saya ingin memiliki seri balapan di rumah saya di masa depan. Lintasan Kyalami sangat bagus dan infrastrukturnya lebih baik daripada sebagian besar sirkuit tempat kami balapan saat ini. Kami hanya perlu sedikit memindahkan beberapa dinding ke belakang untuk memiliki lebih banyak ruang jika terjatuh”.

“Namun saat ini pemerintah tidak memiliki cukup uang untuk menyediakan listrik bagi warga. Di negara dengan orang-orang yang sulit karena kelaparan, tidak mungkin berinvestasi sebanyak itu di balapan dunia, “tukas Brad Binder. BB1

Facebook Comments

You May Also Like